(discontinue untuk sementara waktu)
Dalam bahasa jawa "Rabi" artinya "menikah".
Cover art by: U0oOuO on twitter
15/18+⚠️
.
.
.
gadis yang kelewatan malas saat dirumah, tapi urat malunya langsung terputus saat berada di luar rumah.
gadis tsundere yan...
"huh! jaga jarak dariku" aku melipat kedua tanganku di depan dada, dan memalingkan wajahku dari yuta. aku bergeser dari sofa untuk menjaga jarak darinya
lelaki itu terlihat lelah menghadapiku yang ngambek. bahkan kita sempat cekcok sebentar tadi. yuta masih gencar mendekatiku, dan aku terus menjuh darinya.
"(name)! ini bukan salahku!" ucap yuta sebagai pembelaan.
"kamu hampir membunuhku!"
"aku tidak berniat melakukan itu! lagipula itu salahmu karena menerima misi tingkat tinggi dari gojo!"
"aku menerima misi itu, karena itu tugasku! kenapa kamu jadi menyelahkan pekerjaanku sih?!"
"kamu hampir mati karena pekerjaanmu (name)! dan itu tidak baikk!!"
"aku hampir mati karena kamu membunuhku. berhenti mengejarku yuta-kun!! ha-haah" aku mulai kelelahan karena sedari tadi yuta mengejarku. ya- kita kejar-kejaran di dalam rumah sederhana ini.
*grepp*
'hiyaa haha saya entod kamu' (camda ged).
"yutaaa lepasinn!" aku merengek kesal kala lengan yuta sudah melingkari tubuhku. seluruh pergerakanku terkunci olehnya.
"yee sini aku cium duluu"
*cuphh, cupp* (berulang-ulang :v)
"yutaaaa lepasinn!" aku berusaha melepaskan pelukan yuta, karena aku tidak nyaman dia menciumi kepala dan leherku dengan gemas.
"kenapa?" tanya yuta berbisik di telingaku. yuta menjilat telingaku dengan lembut. sialan... dia ingin memancingku seperti kemarin.
"ehhe gelii, berhenti duluu yutaa-kun.." gumamku kesal. yuta melepaskan pelukannya dari tubuhku dan mundur sedikit dariku. aku membalikkan tubuhku dan menatap yuta. dengan rona merah di pipiku.
"tehee" kali ini aku menyeringai kecil, aku melepaskan 1 kancing teratas dari piyama yang aku gunakan. membuat dadaku sedikitt terlihat. meskipun sedikit, tapi aku bisa melihat semburat merah mulai menjalar di pipi yuta.
"yuta-kun~" panggilku dengan suara menggoda, aku berjalan mendekati yuta. ketika aku berada di hadapannya, aku melingkarkan tanganku pada leher yuta. dan saat itu fantasi liar mulai menghampiri otak yuta.
aku mendekatkan wajahku dengan yuta, kami saling bertatapan selama beberapa saat. tubuh yuta hanya terdiam membeku, kala tanganku mengusap pipi dan lehernya.
*cup*
aku mencium bibir yuta sekilas lalu beberapa saat setelahnya aku memundurkan langkahku. aku tersenyum kecil melihat yuta yang masih terdiam dengan wajah memerah.
"aku mau istirahat lagi ya baee~" ucapku lalu melenggang meninggalkan yuta dengan rona merah yang menjalar hingga telinga lelaki itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.