"Sasuke-kun mau kemana ?" Hinata baru bangun tidur namun Sasuke sudah rapi memakai seragam dan memakai sepatunya.
"Aku akan membantu Karin nee-chan dan mengantarnya ke bandara." sasuke mulai berdiri dan mebuka pintu namun dia merasakan jaketnya ditarik oleh Hinata.
"Sasuke kenapa kamu tidak pernah memanggil namaku dengan lembut seperti itu ?"
"Apa maksudmu, sebaiknya segera mandi dan bersiap sekolah. Sarapan dan berangkatlah sendiri, jangan menungguku untuk....."
"Aku menunggumu. Jangan melarangku untuk menunggumu !" Sasuke kaget dan berbalik melihat Hinata yang berteriak."Aku ingin mengerti tapi ini sulit dimengerti Sasuke-kun." Sasuke mulai menyadari racauan Hinata bukan menjawab pernyatannya tadi. Mereka berbeda dalam mengartikan percakapan sebelumnya.
"Ada apa sebenarnya ? Kau bertingkah aneh." Sasuke bertanya karena Hinata mulai meneteskan air mata dan melepaskan genggaman pada jaketnya.
"Jangan pergi Sasuke-kun." Hinata cemburu dan tidak ingin Sasuke selalu berlari kearah karin seperti akan meninggalkannya.
"Aku hanya membantu dan mengantarkannya bekerja." Sasuke kembali melangkah keluar dan meninggalkan Hinata yang berdiri dibalik pintu yang tertutup."Kalian bertengkar ?" Sasuke yang sudah di depan pintu rumahnya yang tertutup melihat Naruto yang berdiri di depan gerbangnya, seperti biasa dia kan dtang dan ikut sarapan namun dia mengurungkan niatnya masuk karena mendengar teriakan Hinata.
"Tidak." Mendengar ucapan Sasuke yang kini pergi membuat Naruto mengikutinya untuk mendapat kejelasan.*****
"Selamat pagi, Hinata-chan."
"Ohh hai, Selamat pagi Sakura-chan." Hinata menutup pintu loker sepatu dan menjawab sapaan Sakura teman baru dari kelas sebelah.
"Kau tidak terlihat seperti biasanya hari ini ? Meskipun kita jarang betemu atau mengobrol aku memperhatikanmu lho."
"Terimakasih Sakura-chan. Daijoubu." Meski berkata tidak apa-apa namun raut murung Hinata tidak bisa disembunyikan. Hinata tidak ingin menceritakan sebenarnya dia sedang murung karena pagi ini dia tidak berangkat bersama sasuke ke sekolah seperti biasanya, dia di tinggal Sasuke yang mengantarkan Karin bekerja dengan alasan tidak akan pulang beberpa minggu karena tugas penerbangannya sebagai pramugari akan padat. Selama ini Hinata hanya diam tanpa bertanya pada Sasuke sebenarnya pemuda itu mengganggap dan memperlakukan tetangga cantiknya itu sebagai apa, karena dia percaya diri sebagai tunangan Sasuke dan semakin hari mereka sudah semakin dekat. Hinata hanya tidak ingin sasuke menjadi tidak nyaman jika Hinata bertanya dan memaksa Sasuke untuk memprioritaskan dirinya dan menjauhi perempuan lain di sekitarnya, selain itu meski Hinata sudah berulang kali menyatakan perasaaan dan menunjukkan perhatiannya Sasuke belum memberi jawaban yang pasti."Huhhhhh..." Memikirkan itu semua membuat Hinata menghela nafas lelah karena dia menyadari Sasuke sepertinya sedang menggantungkan perasaannya.
"Kamu benar-benar tidak terlihat baik-baik saja Hinata-chan." Suara Sakura mengembalikan kesadaran pikiran Hinata yang sebelumnya berkecamuk dan di penuhi dengan Sasuke.
"Sakura-chan mau membolos bersamaku ?" Tiba-tiba hinata tercetus ide iseng yang menyenangkan dan bisa mengembalikan suasana hati buruknya.
"Ide bagus !!" Sakura tersenyum ceria dan menggenggam tangan Hinata menariknya untuk berlari membolos dari sekolah.*****
"Terimakasih Sasu-chan, sudah membantu membawa barang-barang titipan temanku. Memang dasar Naruto yang pemalas ini tidak bisa diandalkan. " Karin menurunkan dua koper besar dan beberapa barang belanjaan yang infonya adalah oleh-oleh untuk teman asingnya yang akan berkunjung dan berjanji menyapanya di bandara.
"Aku mendengarmu onee-chan. Bahkan usahaku begadang merapikan barang-barang bawaanmu kini terasa sia-sia. memang hanya Sasuke saja yang di sayang." Naruto memberengut di kursi kemudi mobil tanpa turun .
"Hati-hati Karin nee-chan." Sasuke tersenyum membuat karin mengangguk dan mengusap kepala sasuke dengan lembut.
"Cepatlah, bisa telat ke sekolah nih !" Naruto mengelurkan kepalanya dan menginterupsi adegan kedua orang itu.
"Baiklah-baiklah dadaaaa." Karin melambaikan tangan pada Naruto yang tidak turun dari mobil.
"Ya, jangaan sering pulang. Lebih merepotkan jika dirumah ada kau !"
"Dasar adik durhaka !" Karin berteriak dengan masuk ke bandara.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mengejar Otaku
FanfictionSummary : Hinata Hyuuga adalah putri salah satu konglomerat yang sempurna namun karena didiagnosis memiliki jantung yang lemah dia menjadi seperti rapunzel yang terkurung dan tidak pernah keluar dari istana mansionnya. Suatu hari saat berusia 7 tahu...