CHAPTER 5

253 46 0
                                    

"Ohayou minna !!" Hinata dan Sasuke yang baru keluar dari gerbang rumah untuk berangkat pagi ini melihat seseorang yang tidak asing menghampiri mereka.
"Naruto-senpai. Kenapa ada disini ?"
"Kau tidak menyadarinya ? Aku tetangga yang tinggal di sebelah rumah ini."
"Apa?!?!" Hinata syok karena sudah lebih dari satu bulan tinggal disini tidak pernah melihat keberadaan Naruto.
"Aku sibuk latihan di klub baseball jadi tidak bisa berkunjung, biasanya aku bangun kesiangan tapi hari ini aku bangun pagi untuk berangkat bersamamu Hinata-chan." Naruto berkata dengan riang gembira dan akan memeluk Hinata, namun Hinata menghindar secepat kilat mengikuti Sasuke yang sudah berjalan duluan.

"Uwaa kalian berdua ternyata sama-sama kejam. Tunggu aku !!" Naruto menyusul langkah Hinata dan Sasuke.
"Jangan main game di jalanan Sasuke-kun berbahaya." Hinata menghalangi tangan Sasuke yang akan memasang headset untuk mulai main game di handphone-nya.
"Hmmm." Entah kenapa Sasuke menggangguk tanpa membantah dan memasukkan dua benda kesayangannya kembali ke dalam saku celana seragamnya.

"Astaga.... baru kali ini aku melihat Sasuke mendengarkan perkataan orang lain. Hei.... hei... hei.... apa yang terjadi ? Apa yang sudah kau lakukan padanya Hinata-chan ?" Naruto sudah lama mengenal Sasuke mereka tetangga sekaligus rival dalam saling mengejek.
"Baka dobe jangan berlebihan." Sasuke adalah orang yang paling tidak bisa diam saat di hadapan Naruto, jika mereka bersama insting berdebatnya muncul meskipun Sasuke tipe orang yang malas bicara.
"Apa karena dia pacarmu ?"
"Dia bukan pacarku." Untuk pertama kalinya Sasuke menyangkal gosip dan perkatan Naruto tentang Hinata dan dirinya.
"Benar juga dia bukan pacarmu, tapi tunangan yang tinggal bersama denganmu."
"Nah itu baru benar senpai, tapi dari mana senpai tahu hal itu." Hinata menyetujui ucapan Naruto dan tidak sakit hati atas perkataan Sasuke yang membantah mereka berpacaran.
"Tentu saja bibi Mikoto bercerita saat mampir ke rumahku. Bibi sangat khawatir jadi memintaku mengawasi kalian, mulai hari ini aku akan menghapus semua jadwal kencanku dan serius mengawasi kalian !!" Naruto dengan semangat berapi-api seperti biasanya.
"TIDAK PERLU." Hinata dan Sasuke menjawab bersamaan dan mengacuhkan Naruto.
"Wahhhh bikin merinding saja bahkan kalian sudah sangat kompak tanpa pengawasanku. Aku jadi penasaran memang apa saja yang sudah kalian lakukan saat berduaan dirumah ?" Langkah keduanya berhenti mendengar ucapan Naruto, Hinata dan sasuke merasa malu baru menyadari mereka telah menghabiskan waktu cukup lama berdua dirumah meski hanya rutinitas yang biasa saja.

"Hinata-chan pipimu merah." Naruto mendekatkan wajahnya pada wajah Hinata.
"Ohhh jadi kalian sudah melakukannya."Lanjut naruto melihat respon Hinata yang tampak gugup.
"AAAA-Apa mak-sudmu Senpai ?" Hinata memang gugup rasanya seperti ketahuan melakukan tindakan tidak bermoral saja.
"Tentu saja bermesraan berdua seperti pengantin baru."
"Apaan sih !! Sudah aku berangkat duluan saja!!" Hinata jadi salah tingkah dan berjalan cepat menuju sekolah meninggalkan kedua pemuda itu.

"Hoiii teme, pipimu juga sudah merah seperti mau meledak."
"Berisik!!" Sekarang Sasuke juga berjalan cepat meninggalkan Naruto. Dalam pikiran Sasukelah saat ini yang membuatnya merasa malu sendiri, untuk pertama kalinya dia mengingat semua momen kesehariannya bersama Hinata.
Sarapan dan makan malam bersama Hinata, dibuatkan bekal oleh Hinata, masakan Hinata enak, Hinata pandai bersih-bersih rumah, Hinata membuat cemilan untuk main game, Hinata tertidur saat menonton tv, Hinata yang mengikutinya, Hinata yang tersenyum manis. Kenapa semua yang serba Hinata tiba-tiba berkeliaran di pikirannya.

*****
Saat sampai di sekolah Hinata tidak langsung masuk kelas dia pergi ke toilet dan terduduk di closet menutupi wajah dengan kedua tangannya. Dia sangat malu dan belum siap bertemu Sasuke karena pipi meronanya tidak kunjung hilang. Bisa-bisanya senpai mesum itu mengatakan hal yang membuat Sasuke dan Hinata malah canggung.

Mengejar OtakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang