CHAPTER 13

216 37 8
                                    

Flasback saat pertama kali Shikamaru datang ke mansion Hyuuga. Ayah dan ibunya sudah bercerai, setelah ibunya meninggal karena kecalakaan Shikamaru dijemput ayahnya dan mengajaknya tinggal di mansion Hyuuga tempat ayahnya bekerja dan mengabdikan hidupnya. Saat kecil shikamaru sangat membenci keluarga Hyuuga, karena keluarganya terikat sebagai pengabdi dan membuat kedua orang tuanya bercerai karena memilih jalan hidup yang berbeda. Setelah melewati lorong panjang mansion Hyuuga mereka menuju ruang makan keluarga yang megah, Shikamaru melihat pria gagah yang tampan dan duduk di pangkuannya gadis kecil yang sangat cantik seperti boneka. Mereka seperti sebuah lukisan yang indah begitulah kesan pertama yang dipikirkan oleh shikamaru kecil.
"Shikamaru, ucapkan salam pada tuan besar dan nona muda."
Ayahnya mendorong Shikamaru yang bersembunyi dibelakang pinggangnya untuk muncul dan membungkuk hormat. "Konnichiwa, Saya Shikamaru Nara."
"Ayah apakah akhirnya aku mendapat teman ?" Shikamaru mendongak  mendengar celoteh gadis kecil itu, setelah mendapat anggukan dari ayahnya gadis itu langsung turun dari pangkuan dan berlari menggenggam tangan Shikamaru.
"Namaku Hinata, senang mengenalmu Shika-kun teman pertamaku." Shikamaru hanya diam dengan perlakuan gadis kecil itu.

Setelah hari itu Shikamaru menjalani hari-hari di mansion seperti robot saat diperintah dan menjadi seperti patung saat harus diam tanpa melakukan apapun benar-benar sangat kaku.

"Anakmu sangat jenius, semua nilai dan prestasi akedemik maupun non-akademiknya di sekolah sangat membanggakan. "
"Terimakasih banyak semua berkat tuan. " Ucap shikaku mendengar anaknya mendapat pujian dari Hiashi.
"Dia benar-benar sepertimu, dia akan menjadi penerus keluarga Nara yang membanggakan. " Hiashi tersenyum pada Shikamaru yang juga berdiri disamping ayahnya dalam ruang kerjanya.

'Apa bangganya menjadi anjing penjaga keluarga hyuuga.' Shikamaru hanya mengucapkan ini dalam hati, karena dia mengedepankan logika meskipun dirinya masih anak-anak. Shikamaru berencana untuk mengambil segala keuntungan yang bisa didapatkannya dari keluarga Hyuuga. Dia akan menerima semua sponsor pendidikan, mengumpulkan uang lalu pergi keliling dunia untuk berlibur atau hidup bebas. Cita-cita Shikamaru saat kecil memang hanya itu namun berubah saat hatinya tergerak untuk gadis yang membuatnya merasakan berdebar dan sering diistilahkan dengan jatuh cinta.

Bermula saat pagi itu ayahnya memarahi Shikamaru karena mendapat teguran guru dia sombong dan berkelahi di sekolah.
"Apakah kau ingin menjadi preman?!?  "
"Sekolah anak-anak konglomerat yang aku masuki hanya berisi calon sampah, mereka yang bodoh dan suka menghinaku. "
"Tuan Hiashi memberikan sekolah terbaik untukmu agar kau bisa menjadi yang terbaik!! "
"Pria tua itu hanya memberi kita makan seperti anjing agar patuh dan tidak menggigitnya!! "
PLAKKKK mendengar ucapan Shikamaru kecil membuat ayahnya menampar pipinya tanpa disadari.
Ayahnya menarik Shikamaru dan memasukkannya dalam gudang gelap, "Jika memang kau seorang Nara, kau akan berfikir cerdas dan merenungkan kesalahanmu." Ayah Shikamaru menguncinya di gudang gelap ini sebagai hukuman, namun Shikamaru tidak menangis maupun berteriak meminta ampun. Dia memegang teguh apa yang dipercayainya.

Sejak pagi Shikamaru belum makan dan kini sudah malam dia meringkuk di atas lantai dingin tanpa selimut bahkan ada tikus yang berlalu lalang digudang tidak di pedulikannya. Akhirnya dia ingin menyerah karena perutnya keroncongan lapar, tapi harga dirinya membuatnya memilih diam dan menunggu pintu itu dibuka ayahnya, dia harus menang itu yang dipikirkannya. Namun beberapa jam berlalu hampir tengah malam, tidak ada tanda-tanda pintu gudang gelap akan dibuka.

krietttt suara pintu dibuka saat Shikamaru hampir tertidur tapi yang muncul adalah sesosok gadis kecil yang dikenalinya sebagai anak satu-satunya tuan Hiashi.
"Kenapa kemari? Bagaimana kamu bisa mendapatkan kunci gudang? "Shikamaru berkata dan mulai duduk bersila.
" Sttttt... Shika-kun pakai ini bukanlah dingin. " Hinata memakaikan selimut pada tubuhnya dan mereka bertatapan. Shikamaru tidak mengerti mengapa dia merasa jantungnya berdebar karena melihat tuan putrinya dari jarak dekat berkali-kali lipat lebih cantik atau karena perutnya lapar.
"Lalu makanlah ini . " Hinata mengeluarkan  beberapa roti, permen coklat dan sekotak susu dari tas kecilnya.

Mengejar OtakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang