Terlihat sesosok althea tengah berbaring diatas kasurnya, matanya terpenjam dengan erat tapi bukan berarti ia tengah tidur.
Malahan sekarang ia masih sadar, hanya saja banyak hal yang dipikirkannya makanya althea memilih untuk memejamkan matanya saja.
Peristiwa di sekolah tadi teringat jelas di benaknya, dalam hati ia menimbang nimbang apakah keputusan yang sudah dibuatnya saat ini sudah benar.
Namun tak lama ia pun membuka matanya sambil bergumam pelan, "nggak! Ini udah bener, kalo gue nggak lakuin ini bunda bisa aja dalam bahaya" gumamnya.
Althea tatap jam dinding di kamarnya kemudian beranjak dari kasurnya, ia pun bersiap siap untuk pergi.
Setelah berganti pakaian dengan pakaian kasual biasa namun rapih althea pun menaiki motornya dan menjalankannya ke sebuah tempat.
15 menit berlalu dan akhirnya althea sudah sampai di tempat tujuan. Ia berhenti disebuah rumah bertingkat dan teramat besar lagi luas.
Setelah membawa barang barang yang ia butuhkan althea pun menekan bell.
Tak lama pintu pun terbuka, "eh nona althea, mau ngajar non acha ya, silahkan masuk" ucap bi lilis mempersilahkan althea masuk.
Sambil tersenyum althea pun membalas, "iya, ada acha nya bi?" tanyanya.
"iya ada kok, non acha bahkan udah nungguin nona althea" jawab bi lilis.
Althea pun mengangguk pelan kemudian masuk ke dalam, setelah masuk ia disuguhkan dengan pemandangan anak didiknya (?) sedang tiduran di atas meja.
Sambil bergeleng pelan althea pun berjalan mendekati gadis itu, ia tepuk pelan pipinya dan berhasil membangunkannya.
"kamu mau tidur atau belajar hm?" tanyanya lembut.
Gadis yang bernama lengkap Acha Putri Hermawan itu langsung mengerjap matanya beberapa kali, setelah menguap pelan ia pun menegapkan tubuhnya.
"aku mau belajar kok, maaf ya kak tadi aku nggak niat tidur cuma entah kenapa sekarang udah tiba tiba bangun aja, pas tidur nya pun nggak sadar sama sekali" balas acha.
Althea mengangguk paham, "nggak papa santai aja" ucapnya.
Selama ini althea memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara bekerja sambilan sebagai seorang tutor.
Selain itu di waktu akhir pekan atau weekend ia akan bekerja part time sebagai pelayan di sebuah cafe, lumayan lah untuk menambah penghasilannya.
Seseorang yang dia ajarkan saat ini adalah seorang gadis bernama acha dan satu tahun di bawahnya alias adik kelasnya.
"kalo gitu keluarin buku kamu dulu" ucap althea.
Acha mengangguk pelan kemudian menuruti ucapan althea.
"oke kita mulai aja y-"
"sebentar kak" potong acha.
"hm? Kenapa?" bingung althea.
Acha tatap lekat kakak kelas sekaligus pembimbingnya itu, ia pun memberanikan diri sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah althea.
"kakak nggak papa?" tanyanya khawatir.
Mendengar itu althea seketika dibuat kaget, bagaimana acha tau kalau dia tengah tidak baik baik saja.
"kalau kakak ngerasa lagi enggak sehat atau nggak enak badan aku nggak masalah kok kalo kita batalin kelas hari ini" ucap acha.
Althea pun bergeleng pelan sambil tersenyum, "kakak nggak papa kok, cuma tadi agak kecapean aja di sekolah" bohongnya.
"bener nih?" tanya acha tak yakin.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTHEA
Teen Fiction"Gue bakal bikin lo jatuh cinta sama gue Ara, tunggu aja" - Althea Fional Raymond. • • Menceritakan tentang perjuangan seorang Althea Fional Raymond untuk mendapatkan Arabelle Amora Salvadie yang menyukai sahabatnya sendiri, Jingga. Gimana kelanjut...
