15

5K 447 34
                                        

Keesokan harinya seperti biasa althea datang untuk menjemput arabelle ke rumahnya.

"udah siap ra?" tanya althea dan membuat arabelle memutar bola matanya malas.

"menurut lo?" balas arabelle.

Althea pun terkekeh pelan lalu mengacak rambut arabelle.

"gue cuma basa basi doang ra" ucap althea.

"udah ah yuk" balas arabelle.

Althea pun tersenyum lalu menyerahkan sebuah helm pada arabelle, "nih pake"

Arabelle hanya menatapnya tanpa mengambilnya dan membuat althea bingung.

"kok nggak diambil ra?" tanya althea.

Dengan wajah juteknya arabelle pun membalas, "pakein"

Mendengar itu althea sontak dibuat sedikit terkejut namun tak ayal senyuman lebar terlihat di wajahnya.

Ia pun dengan senang hati memasangkan helm ditangannya pada arabelle.

"udah cantik, yuk kita berangkat" ucap althea.

Arabelle hanya berdecih pelan sambil memalingkan wajahnya, ia tak ingin althea melihat semburat kemerahan di pipinya.

Althea pun lebih dulu menaiki motornya dengan disusul oleh arabelle setelahnya.

"pegangan ra" ucap althea.

"iya" balas arabelle sambil meletakkan tangannya di bahu althea.

"kaya tukang ojek aja gue" batin althea.

Althea pun langsung menghela napasnya lalu memindahkan tangan arabelle ke perutnya.

"disini aja ra jangan di perut gue, berasa jadi tukang ojek gue" ucap althea.

Arabelle hanya terkekeh pelan lalu memeluk perut althea membuat tubuh si empu menegang.

Merasakan hal itu arabelle pun mengejek althea, "katanya suruh di perut, kok di peluk jadi tegang banget?" ejeknya.

Althea buru buru berdehem pelan kemudian menyalakan motornya, ia pura pura tak mendengar ucapan arabelle barusan.

Merasa diacuhkan arabelle pun berdecih pelan sambil memukul pelan punggung althea.

Tanpa mereka sadari ada sosok vivian yang sebetulnya terus memperhatikan keduanya sejak awal.

"pagi pagi udah disuguhi yang uwu uwu aja, gue kan pengen" ucap vivian sambil cemberut.

Tak ingin makin dibuat iri vivian pun menutup jendela kamarnya.

***

Setelah beberapa menit berada di perjalanan akhirnya althea dan arabelle tiba di parkiran sekolah.

Arabelle pun buru buru turun dari atas motor dan menyerahkan helmnya pada althea.

"nih" ucap arabelle.

Althea tersenyum lalu turun dari motornya dan mengambil helm tersebut.

"kok nggak minta dibukain juga?" tanya althea.

"enggak ah banyak orang" jawab arabelle.

"pagi althea!" sapa zidni yang entah muncul darimana.

Sontak althea dan arabelle menoleh ke arah gadis itu yang sedang menunjukkan senyuman lebarnya.

"pagi juga zidni" balas althea.

Arabelle hanya berdecih pelan menatap tak suka ke arah zidni, gadis itu sebetulnya muncul darimana kok tiba tiba udah ada didekat althea saja? Apa dia setan?

ALTHEA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang