Malik

2.5K 206 33
                                        

"BERHENTI MAS" Bentak Andin sambil menghempaskan tangan Nino yang menyentuh wajahnya tadi

"Aku ga habis fikir kenapa kamu jadi manusia itu plin plan banget, waktu kemarin kemarin aja kamu begitu baik sama aku dan suami ku " ujar Andin

"Heiii" potong Nino sambi menutup mulut Andin dengan jari telunjuk nya

"Kamu ga punya suami siapa siapa lagi selain aku Andin, aku itu suami kamu sayang" ungkap Nino

"Plaaak" tamparan keras mendarat dipipi Nino

"Skrng aku minta kamu pergi atau aku teriakin " ujar Andin

"Oke oke aku akan pergi, tapi yang harus kamu ingat semakin kamu menjauh Din semakin aku kejar" ujar Nino dengan tatapan sinisnya

Nino meletakkan buket bunga di meja , lalu pergi dari rumah papa Surya menggunakan mobilnya

"Huuuft sabar Andin tenang"
"Mending aku pergi untuk cari ketenangan" ujarnya pada diri sendiri

•aldebaran sejahtera

Saat ini aldebaran tengah bertemu dengan dengan Jovan, dan Evan kakak nya Jovan

"Mantep si " ujar Al sambil memegang 1 puntung rokok yang baru ia hisap

"Emang ga diraguin lagi la" ujar Evan

"Oke deh kalo gtu gue ambil" ujar Al

"Sip" jwb Evan

Al mengambil handphone nya, dari saku celananya. Al pun mulai menekan nekan layar untuk melakukan transfer.

"Uda masuk" tanya Al

"Uda kok, thanks Al. Semoga nyaman ya" ujar Evan

Al dan Evan pun berjabat tangan

"Yaa pasti nyaman la" jwb Al

"Yaudah urusan mobil kelar skrng kita balik yuk kak" ujar Jovan

"Iyeee " ujar eval

"Kita balik ya Al see you" ujar Jovan

"Sip" jwb Al

Jovan dan Evan pun masuk kedalam mobil dan meninggalkan PT aldebaran sejahtera

"Semoga Andin ga ngamuk, tau gue beli mobil ini, tapi buat apa coba dia marah . Sultan mah bebas " ujar Al pada dirinya sendiri dengan percaya diri

•Rumah papa surya

Andin sudah cantik dan rapi menggunakan stylenya

"Pak Yongki kita jalan skrng ya" ujar Andin pada Yongki

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pak Yongki kita jalan skrng ya" ujar Andin pada Yongki

(Btw ini Andin Uda dapet Alphard dari aldebaran yaaa, jadi sebelumnya dia telfon pak yongki untuk jemput)

Andin pun masuk kedalam mobil dibantu oleh Yongki, karna perut andin yang sudah membesar.

Rupanya ada sepasang mata yang melihat Andin dari agak kejauhan, dan mengikuti Andin.

_didalam mobil

"Huuum akhirnya bisa jalan jalan keluar lagi"
"Tapi mas Al gimana ya, males banget lagi ngehubungin dia"
"Kan aku cuma sebentar" ucap Andin pada diri sendiri

"Drrftt" dering hp

"Malik"

***
On call

"Hallo Malik, apa kabar" sapa Andin dengan antusias

"Baik Din, kita ketemu yuk " seru Malik diseberang

"Bolee banget kebetulan gue juga mau pergi . Kalo gtu di mall plaza Puri 1 jam lagi" ujar Andin

"Oke bole deh, see you cantik" ujar Malik

Mendengar kata cantik yang disebutkan oleh Malik membuat hati Andin semungrigah, sehingga mengukir senyum dibibirnya.

"Ya-ah see yo-u" jwb andin dengan kelagapan

Off call
***

Setelah mendapat telfon dari Malik entah mengapa senyum terus terukir di bibirnya.

•Rumah papa Surya

Aldebaran baru saja sampai , namun ia mendapati rumah terkunci yang artinya Andin sedang tidak ada dirumah.

"Toktoktok" suara ketukan pintu yang terus dilakukan namun percuma tak ada respon setelah nya.

"Kemana coba Andin " tanya Al pada diri sendiri.

Al pun meraih kocek celananya untuk mengambil handphone

***
On call
"Tuuut"

Andin baru saja sampai di mall Puri plaza

"Drrrft" dering hp andin

"Halo" sapa Andin

"Kamu dimana Din" tanya Al

"Di mall" jwb Andin singkat

"Kenapa ga ajak aku Andin , " tanya Al

"Aku ga sendiri sama pak Yongki kok" ujar Andin

"Skrng di mall mana kamu" tanya al lagi

"Puri plaza" jwb Andin

"Saya susul" ujar Al

"Terserah" jawab singkat andin lalu mematikan handphone

Off call
***

Andin masih sangat kesal, pada aldebaran bukan hanya masalah tadi pagi tapi juga masalah kemarin malam yang masih terlarut dalam benaknya. Ia sering kali merasa sakit hati, marah, nangis dan lain hal sebagai nya. Ini adalah bawaan bayi sementara, tidak untuk selamanya. Andin slalu berharap bahwa Seharusnya sang suami mengerti keadaannya. Yang sangat sulit akhir akhir ini untuk mengerti keadaan tak terkecuali suaminya. Seolah olah ia harus selalu menang, dan yang lain harus mengalah.

Andin mengerti bahwa ini adalah sifat sensitif dari bawaan bayi, maka dari itu ia juga tidak bisa untuk mengontrol diri.

Setelah telfon mati Andin hanya menggeleng kepalanya. Ia pun berjalan ketempat yang sudah dijanjikan kepada Malik

Tanpa Andin sadari ada sosok ya terus mengikuti nya.

.......

Huuum, sedikit aja kali yaaa . Besok lagi kita lanjut 😜.

Jangan lupa vote dan komentar mu guys

⚠️Gambar yang tertera from pinterest.

Love u all.

MELASKAR [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang