"Tidak ada luka yang serius. Dia hanya sedikit shock dan stress. Badanya juga sedikit demam. Biarkan dia istirahat selama dua hari penuh dan dia akan baik kembali"
"Baik dok. Terima kasih sudah mau datang malam-malam seperti ini"
"Gwenchana" dokter tampan itu tersenyum.
"Oh ya Yunho-ah"
"Ye?"
"Jangan terlalu keras padanya..."
Yunho terpaku mendengar perkataan dokter itu. Dia tahu apa yang baru saja di lakukanya pada Jaejoong. Dia memang susah sekali mengontrol emosinya. Tidak sekali ini dia menyakiti Jaejoong seperti ini. Yunho tahu jika dirinya bersalah. Namun hatinya selalu membuat alasan untuk membenarkan diri. Karena dia tahu...setiap mereka bertengkar Jaejoong akan selalu mengalah. Dia juga tahu jika Jaejoong tidak pernah melanggar setiap laranganya. Dan ketika dia menemukan bahwa Jaejoong mulai memberontak, emosinya langsung naik tak terbendung.
Karena Jung Yunho adalah tipe namja yang tidak suka dibantah.
Tap tap tap
Namja bertubuh tinggi besar itu mengantarkan dokter langgananya keluar rumah kemudian berjalan kembali menuju kamar Jaejoong.
Dipandangnya tubuh ringkih Jaejoong yang terbaring lemah di atas tempat tidur. Wajah namja cantik itu terlihat pucat. Lengan kirinya diperban dan di pipi gembulnya masih terlihat jelas jejak air mata.
Grepp
Yunho meraih tubuh ramping itu dan memeluk pinggangnya erat. Namja tampan itu mencium puncak kepala Jaejoong seperti biasanya.
"Maafkan aku"
.
.
.
Grompyaaaang~
Deg!
Yunho terbangun paksa ketika gendang telinganya mendengar suara bising dari arah dapur. Namja bermata musang itu langsung berjingkat keluar kamar ketika tidak menemukan Jaejoong di sampingnya.
"Jaejoong!"
Namja cantik itu terlihat meringkuk di lantai dan memegangi kakinya yang memerah. Lantai di depanya terlihat tergenang dengan air yang masih mengepul panas. Jaejoong tengah berusaha membuat teh hangat untuk meredakan tenggorokanya yang sakit. Namun keadaanya yang masih lemah membuatnya kesusahan. Akhirnya dia menjatuhkan teko panas yang dibawanya hingga sebagian airnya mengenai kakinya.
"Apa yang kau lakukan?!"
Yunho menghampiri Jaejoong dan bersiap melahap namja cantik itu hidup-hidup. Bagaimana dia bisa begitu ceroboh?! Tidak bisakah dia diam sebentar saja?
Srett
Jaejoong yang melihat Yunho mendekatinya terlihat ketakutan dan menyeret tubuhnya ke belakang. Namun hal itu justru membuat kakinya yang tersiram air panas semakin berdenyut menyakitkan.
Grepp
"Hikss...ugh..huhuhu"
Yunho langsung membopong tubuh Jaejoong dalam sekali sentak dan menggendongnya menuju kamar mandi. Jaejoong meringkuk dipelukan Yunho. Namja cantik itu tidak berhenti terisak kesakitan.
Brakk
"Tidak bisakah kau diam dan bersikap layaknya orang sakit?" Yunho menyalakan keran berisi air dingin dengan geram. Namja tampan itu harus cepat mendinginkan kaki Jaejoong atau kulitnya akan melepuh.
"..."
"Sifat cerobohmu itu benar-benar menyusahkan"
"Hhh...." Jaejoong mencengkeram punggung Yunho ketika namja tampan itu menyiramkan air dingin ke kakinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAKURA {COMPLETE}
FanfictionSakura itu.... Cantik, lembut, dan merona merah muda, mengingatkan Yunho pada sosok sahabatnya Kim Jaejoong. Dia menyayangi sahabatnya itu layaknya saudaranya sendiri. Tapi baru-baru ini dia tahu bahwa sesungguhnya Jaejoong .... Mencintainya.
