Bayangkan gimana jadinya hamil disaat masih sekolah. Dimana seharusnya waktu itu masih belajar untuk mengejar impian dan bermain sama teman-teman.
Sekar Naulia Ferninda atau kerap disapa Sekar. Harus menerima kenyataan pahit bahwa dia hamil diusia...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gyus... Kalian disini aja yah gue mau ngambil sepeda motor diparkiran yang tadi nanti gue jemput disini" Ucap Sekar
Setelah dibalas anggukan oleh kedua sahabatnya Sekar keluar dari restoran tersebut. Setelah dia keluar dia menghampiri pengemis yang tadi dia lihat dari dalam restoran.
"Dek sini" Panggil Sekar pada anak kecil
"Iya kak" Jawab anak kecil yang merupakan anak dari pengemis
"Dek, ini ada makanan buat adek dimakan yah"ucap Sekar sambil memberikan makanan yang tadi sempat dia beli.
" Iya kak makasi ya kak"balas anak kecil tersebut sambil menerima makanan dari Sekar.
"Iya" Ucap Sekar
Setelah memberikan makanan tadi Sekar segera pergi untuk mengambil sepeda motornya. Disaat Sekar mengambil sepedanya dia melihat Adit dkk, Sekar langsung bersembunyi dibalik pohon yang berada di sampingnya.
"Eh itu kan Adit, eh iya bener mau kemana dia ya" Ucap Sekar sambil mengintip dibalik pohon.
"Yaudah, gih duduk dulu, pak saya numpang duduk disini yah" Izin Adit
"Oh iya silahkan" Balas pemilik ruko
"Kalian mau minum? " Tanya Adit
"Boleh deh dit" Jawab Nino
"Yaudah bentar gue beliin dulu"
Adit pergi membeli minum untuk kedua sahabatnya yang sedang kahausan.
Sedangkan Sekar yang melihatnya terkagum-kagum pada Adit.
"Wah dia baik sekali"oceh Sekar
Sekar yang sibuk dengan pikirannya tidak sadar sedari tadi sahabatnya menunggu dirinya di restoran sedari tadi.
"Haduh si Sekar mana sih lama banget dari tadi juga"keluh Kaniya
" Sabar aja mungkin parkirannya lagi full jadi lama dia"ucap Arin menenangkan Kaniya yang sedari tadi mengerutu
"Tapi ini udah setengah jam loh, masa dia nggak balik-balik dari tadi"kesal Kaniya
" Sabar aja, atau kita samperin aja"tawar Arin
"Kita samperin lah dia" ajak Kaniya
Mereka segera beranjak dari restoran tersebut dan menyusul Sekar yang sedari tadi nggak memunculkan batang hidungnya.
Disisi lain Sekar baru tersadar kalau dia sudah lama disini. Dia baru ingat kalau sahabatnya sudah menunggunya dari tadi padahal pamitnya cuma ambil sepeda motor.
"Astagfirullah, gue kan niatnya tadi mau ambil sepeda motor kok malah liatin si Adit dkk, pasti Kaniya dan Arin sudah lama nunggu"ucap Sekar tersadar