apakah ini nyata ??

41 6 0
                                    

Caca tak henti hentinya tersenyum , sekarang ia berada di kamarnya. Memeluk erat boneka pemberian Reza waktu itu.

Tok tok tok..

Suara ketukan di jendela itu membuyarkan lamunan Caca, Caca dengan cepat membuka jendela itu namun tak ada siapapun disana.

Ia kembali menutup jendela nya, dan suara ketukan itu ada lagi.

Caca geram ia membuka jendela itu dengan kencang.namun tetap tak ada orang.

" Jangan jail dong " bentak Caca.

BAAA.

tiba tiba kepala Reza muncul di balik jendela itu hingga membuat Caca terlonjak kaget.

" ASTAGHFIRULLAH " bentak Caca.

Reza hanya tersenyum dan langsung memasuki kamar Caca lewat jendela, tanpa rasa bersalah telah membuat Caca terkejut ia langsung merebahkan diri nya di kasur milik Caca.

" Kamu ya, kan ada pintu ngapain lewat jendela " gerutu Caca .

" Biarin aja , gabut aku " saut Reza .

Caca berdecak kesal, melihat suami yang akhlak nya sangat minus itu. Caca pun membaringkan tubuhnya di kasur itu .

" Ca nanti anak kita cewe atau cowok ya " tanya Reza dengan senyuman yang mengembang , matanya menatap Caca Dengan intens.

" Hmm sedikasihnya aja ya " jawab Caca berbalik menatap Reza.

Reza dan Caca saling bertatapan , melihat satu sama lain, mengingat kembali kejadian kejadian yang pernah mereka alami selama ini.

" Kita cek ke dokter ya besok " saut Reza

" Oke za, oh iya kita bakalan ujian Nasional 4 hari lagi , aku seneng bisa lulus bareng sama yg lainnya " saut Caca .

" Iya sayang , aku juga seneng. Setelah lulus kamu jangan langsung kuliah ya " saut Reza.

" Iya Reza sayang" saut Caca begitu menggemaskan.

Reza dan Caca kembali duduk , Reza mengusap perut Caca yang mulai membesar, kini usia kandungannya telah 6 bulan.

" Ca bayinya nendang-nendang " saut Reza tersenyum bahagia, melihat perkembangan bayinya .

" Iya sayang " jawab Caca , terpancar dari raut wajahnya ia sangat bahagia.

Reza memeluk tubuh Caca dengan erat, ia mencium kening Caca, dan berbisik.

" Jangan tinggalin aku, kita rawat bayi kita sama sama ya."

****

Keesokan harinya Caca pergi ke sekolah bersama Reza dan teman-temannya, ia tidak peduli lagi jika orang-orang mau menghinanya.

Ia harus kuat demi bayinya.

Namun tak seperti yang bayangkan, hari ini semua orang menyambutnya dengan gembira dan memberinya bunga .

Ia sangat terkejut melihat semua ini, semua orang yang menghinanya hari itu kini meminta maaf padanya.

" Caca gue minta maaf ya " saut Indira

" Gue juga ca, maaf " saut Indira

" Gue udah maafin kalian semua ko " jawab Caca tersenyum.

Sahabat Caca yg melihat itu , semuanya terharu dan memeluk Caca bersamaan.

" Gue sayang sama Lo ca " saut Rista .

Semuanya berpelukan dan pandangan orang terhadap Caca mulai berubah, mereka telah membuka matanya, Caca itu orang baik dia tidak pantes di perlakukan seperti kemarin.

REZA & CACA [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang