10 A Request

1.3K 216 15
                                    


Azka dan Satya duduk disofa sekarang sehabis kejadian didapur tadi keduanya tidak bisa tidur.

Sebenarnya Azka sangat lelah namun ia masih ingin menghabiskan waktunya bersama Satya. Takut tidak punya kesempatan lain katanya..

"Kamu tinggal sendiri ka?"
Azka yang fokus pada acara tv nya mengangguk saja

"Iya, aku tinggal sendiri orang tua ku meninggal saat aku kecil... Eum aku juga kerja part time untuk memenuhi kebutuhan hidupku tapi aku sudah dipecat.. besok aku mau ketoko bunga punya mama Haris melamar pekerjaan baru disana, sebenarnya aku sangat sedih waktu dipecat dicafe itu ..tapi ..eh maaf aku terlalu cerewet"

Azka tidak melanjutkan perkataannya, sedangkan Satya sedang melamun tenggelam dengan pikirannya sendiri bukankah dia bodoh bertindak gegabah tanpa mengetahui seluk beluk Azka...

Azka menghela napasnya dadanya sedikit sesak, Azka menggembungkan dadanya meraup oksigen sebanyak mungkin.

Satya menoleh mendapati Azka yang sesak untuk kedua kalinya ..

"Azka ... Apa kamu baik-baik saja?"

Azka menghembuskan napasnya perlahan dan napasnya kembali normal..

"Aku baik-baik saja tenang hihi"

Satya mengiyakan saja toh ia tidak merasa bersalah.bodoh!. Apakah dia lupa memukul pemuda manis yang tidak bersalah ??

"Tapi apa ka?"
"Apanya?"
"Ceritamu yang tadi"

"Oh itu tapi karena kamu yang membuat ku dipecat aku tidak masalah"

Satya hanya menaikkan alisnya seakan bertanya kenapa?

"Aku tidak bisa marah padamu aku juga tidak mengerti"

Satya terdiam sebentar lalu berkata lirih.

"beri aku satu permintaan mu"

Azka menatap berbinar Satya tidak percaya ..

"Satya cubit aku!!"

Satya mencubit gemas pipi tirus Azka.

"Aw sakit ..apakah ini sungguhan???"
"Cepat katakan keinginanmu sebelum aku berubah pikiran"

Azka nampak berpikir sebentar.. sangat lucu dimata Satya dan bodoh dia baru menyadarinya..

"Aku tidak yakin apakah permintaan ku yang ini bisa dikabulkan atau tidak..."

Azka menunduk dalam memainkan jari-jarinya.

"Katakan saja"
"A-aku belum tahu apa, tapi saat aku sudah menemukannya aku akan mengatakannya padamu"

"Baiklah tapi ada syaratnya"
"Syarat??"

"Iya deal?"
"Syaratnya apa?"

"Sama sepertimu aku belum memikirkannya akan kuberitahu syaratnya besok kalau aku sudah menemukannya"

"OKE DEAL!"
Azka mengangguk dia sangat senang sampai ingin menangis.

"Azka aku ingin menginap dirumahnu boleh?"
"Boleh, rumahku terbuka untukmu"

Satya mendekati Azka dan memeluk pemuda manis itu. Yang dipeluk hanya diam rasanya ingin berteriak kepada semesta bahwa cintanya terbalaskan.

"walaupun ia tidak cukup yakin cintanya terbalas atau tidak..."

"Satya .. kalau butuh teman cerita tolong beritahu Azka saja ya? Azka tidak akan memaksa Satya bercerita kok .. pelan-pelan saja jangan sampai dipendam sendiri terus sakit sendiri"

Satya diam mempererat pelukannya dan menenggelamkan wajahnya didada sempit Azka.

"Hm"
"Satya jangan lupa bahagia ya?"

"Hm"
"Aku bersyukur tuhan masih mengijinkanku merasakan pelukan hangat mu"

"Kau pernah terpikir untuk membalas dendam padaku?"

"Tidak, tidak pernah terlewat sekalipun. Sampai saatnya aku pergi nanti aku akan selalu bersyukur karena mencintaimu tidak peduli Satya menganggapnya atau tidak"

Satya sedikit tertegun. Setulus itukah Azka mencintainya?

"Ngomong-ngomong kau mau pergi? Kemana?"

"Ya tidak tahu,siapa tahu tuhan mencabut nyawaku besok pagi" Azka meringis kecil

"Hm"

"Terimakasih"

"Untuk?"

"Pelukannya hehehe"

"Aku merasa sangat nyaman didekatnya bahkan aku tidak pernah merasa senyaman ini, senyumnya, tawanya, candaannya setiap hal kecil darinya adalah candu bagiku. Aku tahu ini terlalu cepat namun jujur sekarang aku bingung dengan perasaanku sendiri.."

Tbc~

Aarghh unexpect hiks bisa #2 hanahaki
Makasih kak yang udah vomment 😭😭
Lejen anjort ya walaupun skrng udh turun lagi tapi euphorianya masih JABSJSBSKSNSK

Makasih buat yang udah vomment ♥️😨
Stay healthy and happy ♥️
See you~



✓ Hanahaki Disease [ Sungjake ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang