6 Mempermudah

1.4K 231 10
                                    


Sejak pagi wajah Azka sangat pucat tidak secerah biasanya namun siapa peduli?

"Azka sudah sarapan pagi?"
Azka menanggapi sang sahabat dengan menggeleng lemah

"Azka ada masalah?"
Azka mengangguk kecil toh tidak ada gunanya berbohong pada sahabatnya sendiri.

"Haris..hiks ..aku dipecat dari pekerjaanku hikss... Aku tidak tahu lagi hikss... bagaimana aku bisa memenuhi kebutuhanku hiks .."

"Ssthh, mamaku mempunyai toko bunga kebetulan juga membutuhkan karyawan kamu mau?"
"Apakah boleh??"

"Tentu saja boleh, Azka ini untukmu"

"Ponsel?"
"Iya disini sudah ada nomorku kalau ada apa-apa tolong hubungi aku paham?"

"T-tapi har...ini pasti mahal aku tidak mau menerimanya"
"Tidak mahal ini hp lamaku setidaknya masih berfungsi tolong terima ini.."

Azka kemudian mengangguk gemas memeluk sahabatnya. Ia sangat bersyukur sekarang.

"Azka aku ingin bertanya apakah kamu punya keinginan untuk melakukan operasi?"

Azka menggeleng ribut lalu tersenyum sayu

"Tidak har, eumm aku masih ingin membuatnya mencintaiku atau setidaknya sekali saja dia menganggap ku ada"

"Baiklah aku hanya bisa mendukung mu, ini obat pereda nyeri aku dapat dari pamanku selalu bawa ini kalau tiba-tiba kambuh segera minum ini mengerti? Aku akan memberinya lagi besok kalau habis"

"Haris makasih ya sudah mau berteman denganku, aku merasa tidak pantas menjadi temanmu, aku hanya menyusahkan mu saja, aku benar-benar bersyukur mempunyai mu aku bahkan tidak memiliki apapun untuk membalas kebaikan mu " Azka menunduk dalam menatap tanah, Haris menangkup wajah sahabatnya

"Azka lihat aku apakah aku terlihat keberatan membantu mu?" Azka menggeleng kecil

"Aku akan menjadi kakak mu, menjadi pelindungmu jangan takut mengerti? Kamu pantas kamu hebat aku bangga padamu, lagi pula melihatmu tersenyum sudah cukup bagiku"

Azka hanya kembali mengangguk kecil berkaca-kaca.

Pukul 18.00 sore
Azka memasuki flatnya dengan wajah pucat pasi, hari ini ia belum makan apapun tadi siang saja dia menolak untuk makan dengan Haris.

"Baru pulang?"

Azka terkejut mendengar Satya yang sedang bersantai disofa ruang tamunya.. sejak kapan manusia ini tahu alamat rumahnya dan mengapa dia bisa masuk kedalam flatnya??

"Tidak usah menatapku aneh aku dapat melakukan apapun yang aku mau diluar akal sehatmu"

"Satya mau apa dirumah Azka?"
"Main-main sebentar"

Satya mencengkram kuat lengan Azka memghempasnya jatuh dilantai.

"Akh!"

Bugh! Bugh!
"S-satya... Sshhakith.."

"Apa peduli ku bodoh!!"
Bugh! Bugh! Bugh!

Satya memukul perut Azka tanpa ampun sampai Azka terkulai lemah mengeluarkan darah dari hidungnya, badannya terasa remuk.

Satya mencengkram kuat rambut Azka mamaksa pemuda manis yang meringis kesakitan menatapnya

"Ini baru awal permainan menurutlah padaku aku akan bersikap lembut padamu"

"B-benarkah S-satya M-mau B-bersikap L-lembut P-ppada A-azka?" Ucap Azka terbata-bata

"Hm"

Azka kemudian tersenyum memejamkan matanya

"T-terimakasih s-ssudah mm-mau m-mmenawarkan h-hal itu p-pad-daku A-aku me-menyayangimu"

Kemudian Azka menutup rapat matanya sedikit mengeluarkan air mata dan lagi-lagi tersenyum.

"Cih bodoh disaat seperti ini tidak membalas sedikit pun? Sampah kau mempermudah permainan ku Azka Abimanyu "


.

Tbc~
Mau double up aja besok sibuk daring
(╥﹏╥)
Btw oot aku tadi bengek waktu baca gc wali murid punya adek (╥﹏╥)
Aku curiga aja jangan-jangan siswa baru ini anaknya SatyAzka (╥﹏╥)

Tbc~Mau double up aja besok sibuk daring (╥﹏╥)Btw oot aku tadi bengek waktu baca gc wali murid punya adek (╥﹏╥)Aku curiga aja jangan-jangan siswa baru ini anaknya SatyAzka (╥﹏╥)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

See you~
❤️

✓ Hanahaki Disease [ Sungjake ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang