14 : dear daddy

353 66 11
                                        

Lee Heeseung namanya.

Dialah satu-satunya siswa 12-3 yang selalu menjadi sasaran kedua manik Somi Jeon. Entah mengapa, kedua mata Somi tidak bisa lepas dari Heeseung. Aura Heeseung terasa aneh, menurut Somi.

Selama pertandingan berlangsung, seluruh teman-temannya menyorakkan tim kelas mereka, tapi tidak dengan Somi.

Somi selalu memperhatikan Heeseung, walaupun sesekali ia menatap mantannya, Guanlin.

Pertandingan berlangsung dengan baik, walaupun beberapa kali Sungchan berhadapan dengan Heeseung karena berebut bola basket hingga membuat Heeseung terjatuh.

Alhasil, kelas 12-1 memenangkan pertandingan bola basket. Para pemain tersenyum bahagia, begitu juga dengan para penonton yang mendukung mereka.

"Juara pertama dimenangkan oleh kelas 12-1! Juara kedua dimenangkan oleh kelas 12-3! Selamat kepada para juara!"

Para siswa 12-1 berpelukan sambil tersenyum bahagia, mereka berhasil membawa pulang sebuah piala dan uang berjumlah 7 juta.

"Eh ini uangnya mau diabisin buat apa?" tanya Sungchan tak sabar.

"Buat traktir sekelas aja yok. Laper nih gue." Beomgyu mengelus-elus perutnya yang sudah berdemo sedari tadi.

"Shopping aja dong! Gue mau beli tas baru Chanel sama lipstick YSL!" timpal Somi ringan.

"Buset dah Som, itu mah pake uang lo sendiri aja kali," ucap Daehwi yang melemparkan tatapan sinis.

"Kita makan-makan aja deh, sekalian main ke Hourzone, gimana?" usul Winter sambil memainkan senyumannya.

"Ide bagus! Tapi Hitomi harus ikut!" seru Chenle yang disusul dengan anggukkan dari teman-temannya.

"Iya bener, semuanya harus lengkap, gaboleh ada yang kurang. Kita ini duabelas, bukan sebelas atau sepuluh," ucap Minju mengingatkan.

Somi turut mengiyakan, "nah itu. Kita kan udah biasa bareng-bareng, jadi kalo ada yang ga hadir gue suka merasa ada yang kurang."

"Kita telpon Hitomi, Wonjin, sama Choerry sekarang juga. Kalo mereka gabisa, kita paksa aja. Kalo gamau dipaksa, kita bom aja rumahnya."

"Astaga Chenle..."

"Gue gabisa sekarang, ada bimbel habis ini," ujar Ryujin.

"Gue juga ada bimbel, gabisa sekarang jadinya."

"Yaudah, lusa aja gimana? Abis stres sekolah kita langsung have fun?"

"Ide bagus!"


•••



"Waktu yang kita punya tinggal dua minggu lagi. Minggu depan kita ujian pertengahan, dan minggu depannya lagi pembagian hasil sekaligus perubahan siswa."

Laki-laki bertubuh mungil itu mengangguk membenarkan ucapan sang ketua, "nilai adalah kunci keberhasilan kita. Ingat siapa target kita di kelas unggulan itu."

Sang ketua yang bertubuh jangkung itu kembali bersuara.
"Minjeong, Somi, Chenle, Ryujin, Hitomi. Mereka yang harus kita keluarin dari kelas 12-1. Kalaupun nilai mereka lebih tinggi, kita harus rusak nama dan citra mereka. Kalo ga berhasil, kita harus bisa rusak mental mereka."

"Setuju, apapun harus dilakuin demi keberhasilan kita," tambah sang gadis yang berambut kecoklatan.

"Kalo rencana kita bocor oleh salah satu anak unggulan, kita harus habisin dia."

Si ketua tersenyum tipis, "nyawa dibayar nyawa, dan semua perbuatan buruk mereka harus dibalas setimpal. They deserve this."

"Gue ga segan-segan buat celakain siapapun yang mau gagalin rencana kita," tambah si ketua dengan senyuman penuh arti.





classmatesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang