Wonjin dan Sungchan sedang mengerjakan latihan soal untuk ujian mendatang. Sudah tiga jam Wonjin berada di rumah Sungchan tapi mereka baru mulai mengerjakan soal sepuluh menit yang lalu. Karena dari tadi, kedua laki-laki ini sibuk mabar.
"Aduhhh gua gabisa ini vektor susah banget." Wonjin menggaruk-garuk rambutnya.
"Alah, gitu aja gabisa. Belajar makanya," sahut Sungchan sinis. Padahal dia sendiri juga kesulitan.
"Lu dapet min delapan dari maneee?" Wonjin menunjuk ke kertas Sungchan.
"Dari otak lah! Gue mah mikir, emang kaya lu."
"Ah gua ga percaya sama jawaban lu, sesat!"
"Serah lu dah ngab."
Karena tidak tahan dengan soal-soal vektor, akhirnya Wonjin menonton video materi di handphonenya.
"Gilaaa... ini otak gua yang lemot atau gua yang ga ngerti?"
"Dua-duanya!" Seru Sungchan kesal.
Reeeeet...
Kedua mata Wonjin langsung menoleh ke pintu balkon yang tiba-tiba terbuka.
"Chan... i-itu... pintu balkon lu kenapa kebuka sendiri?" tanya Wonjin dengan suara kecil.
"Lah? Kok?"
Sungchan menghampiri pintu balkon kamarnya, tapi ia tidak langsung menutupnya. Karena Sungchan menemukan sebuah kotak segi empat berwarna coklat.
"Woy, ada paan sih?" sahut Wonjin penasaran.
Sungchan tak mengacuhkan teman sekelasnya itu. Ia langsung memasukkan isi dari kotak itu ke dalam kantong celananya.
Tahu apa yang Sungchan masukkan ke kantongnya?
Ia memasukkan ganja, kokain, dan heroin secara bersamaan ke kantong celananya.
Gue tau pasti lo capek belajar. Kenapa ga pake ini aja buat ngurangin stres dan capek lo?
"Hmmm, boleh juga nih."
"Sungchaaaan! Masuk dong! Ini gua udah ngerti vektor."
"O-ooh... bagus, bagus. Tumben otak lu encer."
•••
Taeyeon adalah seorang diva terkenal dan juga seorang single mom. Minjeong Kim atau yang akrab dengan panggilan Winter adalah putri semata wayangnya. Karena jadwalnya yang padat membuat Taeyeon jarang berinteraksi dengan putrinya, yang menyebabkan Winter merasa kesepian.
"Manggung lagi ma?" tanya Winter sambil membawa sehelai kertas hasil tryout bimbelnya.
Taeyeon yang sedang sibuk mencari antingnya tak mengacuhkan Winter.
"Lihat deh ma, rata-rata tryout di bimbel aku 98 nih!"
Taeyeon yang mulanya sedang fokus langsung menoleh ke putrinya, "berapa?"
"98 ma. Nih!" Taeyeon melempar tatapan sinis pada kertas tryout itu, lalu ia menatap tajam anaknya.
"Kamu bangga dengan hasil segini? Ini cuma 98, Minjeong! Bukan 100 seperti yang mama minta!" Winter menundukkan kepalanya ketika Taeyeon menghardiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
classmates
Fanfiction"We're classmates aren't we?" (( contains violence, rape, mental illness, & suicide. please be wise )) was #1 in 01l and 01liners (5/11/21)
