Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~~~
Sore hari, ketika Jihoon tengah bersiap untuk menutup toko bersama neneknya, tiba-tiba saja seorang gadis datang menemuinya.
Gadis bersurai sebahu itu datang dengan semangat, mengajak Jihoon untuk menemaninya berjalan-jalan. Walau sebenarnya dia juga ingin mengajak Ben ikut serta berjalan-jalan bersamanya, namun kebetulan Ben sedang tidak berada di toko.
Katanya pemuda itu sedang mengerjakan tugas sekolah bersama dengan Junkyu dan Yoshi di perpustakaan kota.
Dan jadilah dia hanya berjalan-jalan bersama Jihoon seperti saat ini. Menyusuri jalanan kota Seoul yang cukup padat pada sore hari. Menyaksikan berbagai jenis mobil yang berlalu lalang menjelang tibanya jam pulang kerja.
Dua insan itu mengunjungi beberapa gerai street food pinggir jalan yang mereka lewati, serta membeli berbagai makanan favourit yang mereka inginkan.
Setelah lama berkeliling dan membeli beberapa makanan pinggir jalan, kini mereka berada di sisi sungai Han, duduk di salah satu bangku yang berada di sana. Menikmati bergantinya posisi Sang Surya dengan Sang Rembulan yang diiringi oleh cahaya jingga bernama Senja.
Hembusan udara menerpa kedua wajah rupawan itu, memberikan kesejukan yang tak hanya pada raga mereka, melainkan hati mereka pun ikut menyejuk.
Gadis dan Pemuda itu saling terdiam, bergulat dengan pikiran masing-masing, sambil menikmati makanan yang sebelumya mereka beli.
Sudah 10 menit lamanya setelah mereka memutuskan untuk duduk disini. Masih belum ada percakapan yang dimulai.
Entah mengapa mereka terasa canggung.
Jujur, sebenarnya Jieun lebih dekat dengan Ben dibanding Jihoon. Karena kejadian di taman waktu itu membuatnya lebih mengenal Ben.
Ah, Jieun juga ingin dekat dengan Jihoon namun dia takut jika salah bicara, mengingat keadaan Jihoon yang eumm-tunanetra. Padahal mungkin Jihoon pun tidak masalah, dia bukan seorang yang mudah melibatkan perasaan hanya untuk sebuah kata ataupun kalimat.
"Kak Ji, maaf ya aku tiba-tiba ngajak jalan-jalan. Kak Ji pasti capek kan?" gadis itu memulai pembicaraan, menatap ke arah Jihoon dengan tidak enak.
Jihoon tertawa kecil, "gapapa, justru kakak malah seneng, sumpek juga lama-lama tiap hari cuma dirumah sama ditoko" ucap sang pemuda, "ya meskipun sama aja gabisa mandang apapun, tapi tetep aja suasananya beda. kayak sekarang ini suasananya segerrr banget, pasti banyak pohon ya?" lanjut Jihoon, menebak apa yang ada di sekitarnya.
Gadis itu terdiam, "ah haha iya kita ada di bawah pohon, di depan kita juga ada sungai, kakak tau sungai Han kan?" jelas gadis itu, menatap hangat Jihoon di sampingnya.