Halooo👋👋
TAU CERITA INI DARI MANA?
SEBELUM SCROLL LAGI KALIAN JANGAN LUPA UNTUK VOTE YA🫵🫵
MAU BANTU UNTUK SHARE KE SOSMED KALIAN MASING MASING?
SELAMA MEMBACA YA, SEKALI LAGI MOHON BANTUAN NYA🤠🤠
*****
"Happy birthday to you, Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you, selama ulang tahun putri bunda yang paling cantik...." suara nyanyian itu membuat gadis mungil terbangun dari tidur nya. Bunda ia tidak perna melupakan hari kelahiran dia. Bunda nya berjalan sambil membawa kue ulang tahun yang sudah disertai oleh lilin, ia mendekati anak gadisnya yang sudah terduduk di pinggir ranjang, gadis itu tersenyum haru menatap sosok bunda nya. "Happy Sweet Seventeen sayang!! Semoga ditahun ini Kiara selalu bahagia, semoga dipenuhi dengan tawa dan cinta, dan selalu menjadi kebanggan untuk bunda,"
Kiara, ia menatap bunda nya sangat dalam dengan senyum yang tidak pudar, "Aamiin," lalu ia meniup lilin yang sedari tadi menyala, "terima kasih bunda," ucap nya lagi sambil memeluk bunda nya. Pelukan itu dibales oleh sang bunda, "Kiara harus jadi cewe yang penuh dengan semangat ya, sayang, gak boleh sedih sedih lagi," ujar bunda nya. Kiara mengangguk di dalam pelukan. Bunda ia mencakup kedua pipi mungil anak nya lalu membuka mulut nya lagi dan berkata, "bunda sudah daftarin Kiara di SMA Rajawali, dan besok kamu sudah mulai bisa masuk sekolah," lanjut nya, tangan nya pindah untuk mengelus puncuk kepala Kiara, Kiara yang mendengar ucapan bunda nya, sedikit terkejut. "Kenapa harus pindah sih, bun, Kiara udah betah banget padahal di sekolah lama," ucap nya sambil memanyunkan bibir. Bunda Kiara berdiri dari kasur milik ia lalu berjalan ke depan jendela dan membuka jendela yang ditutup oleh hordeng, "Kiara kan tau, kenapa kita harus pindah, nak, bunda minta maaf ya udah ngancurin kenyamanan Kiara," begitu jawaban bunda nya, ia tetap berdiri di dekat jendela sambil menikmati pagi di kota Jakarta. Kedua nya baru saja pindah, awal nya Kiara sekeluarga tinggal di Bandung, lalu ia pindah ke Jakarta. Kiara menatap punggung bunda nya, ia merasa bersalah telah mengucapkan itu, "Bundaa....." rengek nya. Bunda menengok sambil mengangkat kedua alis nya mengisyaratkan untuk Kiara melanjutkan ucapan nya "maafin Kiara ya," lanjut nya lagi, sang bunda langsung mengangguk. "Bunda siapin sarapan dulu ya buat kita," ujar sang bunda yang diangguki oleh Kiara.
****
Setelah makan malam hari ini, Kiara sangat excited untuk menyiapkan peralatan sekolah, di tempat baru nya itu. "Buku udah, pulpen udah, pensil udah, busur udah, tip-x udah, apa lagi ya yangg belum?" Kiara meletakan semua peralatan sekolah nya di atas kasur, "Ah mending aku siapin baju sekolah nya aja deh dulu," ia mengambil baju yang sudah bunda nya letakkan di dalam lemari, lalu memakai nya, si pemilik tubuh mungil itu berdiri di depan cermin sambil memandang tubuh nya memakai baju sekolah nya itu, "kaya nya besok aku mau gerai rambut aja deh, soalnya kalau di iket satu ga PD,"
Kiara mendengar ketukan pintu berkali kali yang berasal dari depan kamar nya, ia membuka pintu tersebut menampilkan sosok ibunda nya dengan baju piyama lalu tersenyum melihat penampilan anak gadis nya itu, "ngapain sayang?" tanya bunda nya sambil terkekeh. "Ini lho bunda, Kiara lagi menyiapkan peralatan sekolah besok sama nyoba baju yang baru bunda beliin," jawab kiara sambil cengengesan. "Kamu ini lucu sekali, bunda liat ya apa yang kamu bawa," ucap bunda nya lalu melenggang pergi ke dalam kamar Kiara dan di ikuti oleh Kiara.
Bunda nya memeriksa apa saja peralatan yang putri nya lupa menyiapkan, "seperti nya peralatan udah semua, tapi kamu belum nyiapin kaos kaki buat di pakai besok kan?" tanya bunda nya. Kiara mengangguk, "iya bun, belum, Kiara belum cari kaos kaki nya, soalnya masih acak acakan nih kamar aku," jawab gadis itu. "Ara, bunda sudah beliin yang baru untuk kamu," Kiara tersenyum, "serius bun?" bunda nya mengangguk sambil tersenyum manis, "iya dong, udah sekang kan sudah malam, kamu tidur ya, besok harus bangun pagi pagi biar bisa bantu bunda siapin sarapan terlebih dahulu, dan ga telat kesekolah," kata bunda nya, Kiara meletakan telapak tangan nya disamping alis nya menandakan hormat, "siap, ndaaa" sebelum keluar kamar Kiara, bunda nya selalu menyium kening putri nya itu, "good night, sweet dream sayang," lalu melangkahkan kaki keluar kamar, dan menutup pintu. "Maafin bunda ya, Ra."
******
Semburat cahaya matahari berhasil masuk melalui celah-celah jendela kamar. Hangat nya tepat mengenai wajah Kiara yang bahkan belum sepenuhnya sadar terbangun dari tidur nya. Ditambah bising nya alarm yang terus berbunyi, melengkapi hari dengan mentari dan langit cerah pagi ini. Tangan kecil itu meraih benda yang sedari tadi menganggu tidur nya, mematihkan nya, dan beranjak duduk dari tidur nya. Rambut yang terurai, mata yang rada sipit akibat bangun tidur, gadis itu pun bergegas untuk mandi dan memakai pakaian sekolah, ia tidak lupa untuk membantu bunda nya menyiapkan sarapan untuk mereka. "Anak bunda cantik banget sih," puji sang bunda kepada Kiara. Sang empuh yang di puji menahan kesaltingan nya itu, "anak siapa dulu," ucap nya dengan sombong. Setelah selesai sarapan, bunda Kiara mengantar putri kecil nya untuk pergi kesekolah baru nya itu.
SMA RAJAWALI JAKARTA, sebuah mobil berwarna merah terparkir jelas di depan pintu gerbang, ada sosok yang keluar dari mobil tersebut, gadis berambut panjang terurai, rambut itu di isi dengan pita bermotif kupu-kupu, dan sosok ibu ibu yang mendampingi nya. "Udah bun, sampai sini aja," ucap Kiara kepada samg ibunda, "kamu yakin tidak mau bunda temanin ke ruang guru nya?" tanya bunda nya lalu diangguki oleh Kiara, "oke kalau gitu bunda pulang ya," Kiara mencium puncuk tangan bunda nya lalu dan mencium kedua pipi sang ibunda.
Kiara menyelusuri lorong sekolah baru nya, sangat luas dan mewah. Semua mata tertuju ke diri nya asing, begitu lah yang ada dipikiran mereka. Tetapi mata Kiara tertuju kepada seseorang yang sedang bermain basket, otot yang keker itu membuat Kiara diam sejenak di tempat, "masyaallah nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan, ini pemandangan yang indah," ucap nya sendiri, lalu ia tersadar karena ucapan nya, memukul mukul pelan kepala nya karena ada saja pemikiran seperti itu. "Anak baru ya?" tanya seseorang dari belakang membuat Kiara tersentak kaget, "eh iya nih," jawab nya. "Gue Violet dan ini Aurel," cewek itu memperkenalkan diri nya dengan ramah, dan dijawab ramah juga oleh Kiara, "aku Kiara," balas nya. "Mau kita antar ke ruang guru?" tawar Aurel kepada Kiara, tanpa pikir panjang Kiara langsung menyetujui nya itu, dari pada diri nya kesulitan mencari ruang guru di sekolah yang mewah ini, lebih baik dia terima tawaran teman baru nya itu.
******
Jangan lupa buat pencet vote ya.
Komen di setiap paragraf.
Dan share cerita ini.
Sampai ketemu di chapter berikut nya, jaga kesehatan tim cingcong^^
KAMU SEDANG MEMBACA
ALDEN [Proses Revisi]
Teen FictionBudayakan Follow Sebelum membaca!!!!⚠️ Memiliki mantan banyak yang dianggap hanya untuk bahan gabutan udah menjadi makanan sehari hari bagi Alden. Tapi bertemunya dengan seorang gadis membuat dia benar benar jatuh cinta. WARNING⚠️ DILARANG PLAGIAT D...
![ALDEN [Proses Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/279955193-64-k217267.jpg)