ALDEN| 33

156 9 1
                                        

087×××
Bikin Alifa senang, atau Kiara mati ditangan saya!.

Alden menerima penerima pesan dari seseorang yang dia tidak kenal lagi, akhir akhir ini pengancam tersebut selalu meminta untuk menjaga Alifa dan menjauhkan Kiara.

"Hay" sapa Alifa pada Alden, cowok itu pun tersadar dari lamunannya.

"Hay," balas Alden.

"Hm, Al pulang sekolah anterin aku ke mall mau?"

"Lo bisa sendiri kan?!"

"Please, I'm not too familiar with this city" kata Alifa membujuk Alden.

Alden mendecak sebal "Ck, iya gue anter lo" lalu Alden melenggang pergi dari hadapan Alifa.

Disisi lain Kiara mondar-mandir halaman belakang sekolah, selepas pulang sekolah tadi dia menghubungi Alden tapi Alden tidak merespon pesan yang dikirimkan Kiara, bahkan dibalas pun tidak.

Hari mulai gelap karena awan mendung pertanda hujan akan turun sebentar lagi, tapi Alden belum kunjung datang.

Dia merasa gelisah mengingat perintah Alden memerintahnya untuk menunggu dibelakang sekolah. Tempat itu hanya ramai ketika semua siswa sudah pulang, ramai dengan anak tongkrongan gang lain, yang pasti bukan gang Alden.

Pendirian Kiara tetap, ia tetap setia menunggu Alden sampai datang, mungkin Alden ada kesibukan yang harus ia lakukan terlebih dahulu.

Deru suara dari banyak nya motor yang begitu ramai mengusik telinga nya.

Kiara sontak menoleh ke sumber suara, menatap banyak nya remaja dengan seragam yang berbeda dari nya, dia bukan dari SMA HIS. Pakaian mereka jauh dari kata rapi. Telinga yang di tindik, rambut yang diwarnai, baju yang di keluarkan dari celana. Penampilan mereka jauh dari kata anak sekolahan, mereka lebih pantas di panggil preman.

Kaki Kiara terasa lemas menahan takut.
Dia mencari tempat persembunyian yang tepat untuk menunggu Alden.

Al, tolong Ara.

Tapi naas, disaat dia mundur kebelakang ia tidak sengaja menginjak sebatang pohon kecil hingga berbunyi. Para remaja tersebut sontak menoleh ke arah Kiara, sedangkan Kiara membekab mulut nya.

Tubuh Kiara mematung. Mata nya melihat gerombolan siswa laki-laki yang kini ikut menatap kearah nya dengan dengan tatapan mematikan.

Perlahan gadis itu mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri. Kiara mundur saat melihat cowok menatap nya sambil tersenyum miring dihadapannya.

"M-maaf kak. Tolong kasih saya jalan" pintah Kiara dengan nada sopan.

Laki laki dengan seragam lengan pendek hingga menampilkan otot besar nya tertawa meremehkan Kiara.

"Apa? Jalan? Lo udah masuk ke wilayah kita jadi, gak akan bisa keluar!!"

"Please, kasih saya jalan." mohon Kiara

"HEY, CANTIK NIH, MULUS JUGA. ADA YANG MAU PAKE DULUAN?!!" tanya nya sambil berteriak pada teman-teman nya.

Kiara mencengkeram roknya erat, ia merasa terancam. Ia melirik kesekitar nya berharap ada jalan untuk melarikan diri. Nihil, semuanya terasa buntuh untuk dilewati karena jalan yang ia gunakan di kelilingi oleh siswa siswa itu.

"Seret dia aja lah, Gue udah gak sabar njir" perintah teman dari sicowok tadi.

Al, tolong datang. Gue mohon, gue benar benar takut.

Mata Kiara membulat. Salah satu cowok menarik lengan Kiara, cewek itu sempat memberontak tapi tenaga nya tidak sekuat cowok yang menarik nya. Tanpa sadar air mata nya jatuh menetes, ia hanya berharap Alden menolong nya.

Tubuh Kiara di hempaskan di kursi. Dia meringis kesakitan dibagian punggung.

"Tolong lepasin saya."

"Tidak semudah itu cantik" ucap cowok yang bernama GIO. Saat hendak memegang rambut Kiara, Kiara menghempas tangan lancang Gio.

"JANGAN BERANI SENTUH GUE!!" teriak Kiara histeris.

"Wah, gue suka yang menantang kaya gini."

Tangan Kiara diikat dibelakang kursi, kaki yang diikat, dan mulut yang dibekap dengan kain.

Malang, begitu malang Nasib gadis itu.
Apa yang dilakukan Alden bahkan sampai lupa dengan kekasih nya?

Berbeda dengan Alden, kini dia sedang menemani Alifa ber-belanja di mall. Memilih milih barang kesukaan nya.

Pikiran Alden tertujuh kepada Kiara, tempat sepi, gelap, menyeramkan, apa Kiara masih ditempat itu? IYA.

Alden mencoba membuang pikiran jelek nya tentang Kiara.

Gak mungkin dia nungguin gue, pasti dia udah pulang.

Anjir!!!

Kembali ke Kiara. Kiara menangis berharap ada yang menolong diri nya.

Bunda tolong Ara
Bunda, lebih baik Ara mati dari pada harus menjadi permainan mereka!!.

Tangan lanjang teman Gio berusaha membuka kancing baju Kiara, tapi gadis itu memberontak.

"Sialan!!" Umpat cowok itu

PLAKKK

Tamparan melayang di pipi Kiara, merah? Jelas kini pipi nya memerah dan merasakan sakit luar biasa.

"Tolong,,,,hiks"

Brakk...

Pintu gudang tua itu terbuka, menampilkan sosok pria dengan tubuh gagah berdiri di depan pintu, mulut pria itu di tutup oleh Buff masker (yang yang tau cari di google 'apa itu Buff masker').

Bersyukur, dalam hati Kiara saat ini yang dia ucapkan adalah syukur. Tapi dia tidak tau pria itu baik atau jahat seperti mereka semua.

"LEPASIN DIA BEGO!!!" teriak cowok itu diambang pintu.

Kiara hanya bisa meneteskan air mata.
























Hai?

Gimana kabar nya?

Vote, komen yk

Menurut kalian siapa yang menolong Kiara? Kalian harap siapa?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Menurut kalian siapa yang menolong Kiara? Kalian harap siapa?

Part berikut nya bakalan ada yang spesial buat kalian!

Penasaran kan?

Vote dulu trs komen.
Biar bisa lanjut

#terimakasih


22 November 2021
Dinar Amaliya.

ALDEN [Proses Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang