Yuk mulai...
Tetapi kita tak akan pernah bertemu lagi, bukankah kalian yang dihadapanku hanyalah ilusiku saja,” kataku.“Cucuku.., asal kau tahu, rasa sayang dan rindumu itu bukan ilusi. Kami ada bukan karena ilusi. Kami di sini ingin membalas pesanmu. Kami ingin sampaikan satu hal yang sangat penting padamu Nak. Janganlah rasa rindumu itu membutakanmu terhadap dunia. Ingat, selagi kau masih ada waktu. Taatilah perintah Tuhan. Bukankah kau ingin kami bahagia, kalau iya lakukanlah…,” kata mereka.
“Tetapi rasa sedih dan rindu ini datang tiap saat,”jawabku.
“Kau bisa titipkan salam rindumu bersama doa mu. Sekali lagi ingat, jangan butakan dirimu dengan rasa rindumu pada kami. Kami ini juga ciptaan Tuhan dan memang harus kembali kepada Nya, jadi kembalikanlahh rasa rindumu kepada Tuhan yang telah mencipta dan mengembalikan kami. Sesungguhnya yang pantas kau rindukan adalah Tuhan yang sudah mencipta kau dan kami,” jelas mereka dengan penuh keyakinan.
Ucapan mereka membuatku tertohok, kerinduanku yang membabi buta membuatku benar-benar buta terhadap Tuhanku sendiri. Aku sadar akan hal itu. Termenung membisu.
“Apa engkau sudah mengerti, cucuku? Kalau sudah, kami akan pergi. Ingat, kau harus selalu taati perintah Tuhan dan rindukanlah Tuhan, karena Dialah yang pantas kau rindu,” jelas mereka.
“Yah…, aku mengerti, terima kasih telah datang padaku,”ucapku pada mereka.
“Terima kasihlah pada Tuhan, bukan kami. Karena atas izin-Nya lah kami dapat membalas pesanmu dan berbincang denganmu,” ucap mereka sembari menghilang dari hadapanku.
Aku kaget, kucari-cari mereka lagi. Tetapi segera kuingat, akan pesan mereka.
Tiba-tiba, dunia terasa berputar dan menggelap. Aku pun terbangun. Tanpa kusadari, ternyata peristiwa tadi hanyalah mimpi. Segera ku ambil minum di meja. Tak sengaja, ada kertas yang terletak di samping gelasku. Ku baca isi kertas itu, seketika hatiku menghangat. Aku sadar peristiwa tadi bukan sekedar mimpi, tetapi juga petunjuk dari yang maha kuasa. Petunjuk agar aku sembuh dari kebuataanku. Kebutaanku tehadap diri-Nya.
Nak…

KAMU SEDANG MEMBACA
kenangan tadi malam
القصة القصيرةkarya dari: Ririn selamat membaca teman teman🙂😊 kenangan tadi malam 🙂 Aku tidak pandai menyimpan kenangan. Bagiku, masa lalu hanyalah jejak yang akan lenyap tersapu air hujan. Hilang tanpa bekas. Aku tidak...