Harusnya Ibu dan Anak memiliki perasaan saling menyayangi dan saling menjaga satu sama lain namun berbeda dengan Lalisa Eliora dan Ibunya Jisu Castella yang selalu bertengkar setiap saat terutama saat Lisa menanyakan siapa Ayahnya.
Semua yang di lak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hello!
This Story's mine so don't plagiarism.
Happy Reading.
•Tahun 1997•
Lisa sedari tadi tidak bisa berhenti menatap kalender yang ada di depannya,disana tertera jelas kalau sekarang tanggal 23 bulan desember tahun 1997.
Lelucon apa ini?
"Sudah hampir setengah jam kau berdiri disana memandangi kalender,kalau kau ada masalah ceritakan padaku nak."ujar seorang pria paruh baya yang berdiri di samping Lisa.
Gadis itu menoleh menatap si pria. "Apa benar ini tahun 1997? Aku tidak sedang bermimpi kan?"tanyanya.
"Iya, memangnya kenapa?"tanya nya.
Hm,baiklah Lisa mengerti sekarang entah bagaimana dan kenapa tapi yang pastinya ia terjebak di masa lampau.
Lisa menggelengkan kepalanya. "Tidak ada,perkenalkan namaku Lalisa Eliora."katanya.
Pria itu terkekeh pelan. "Kau bisa memanggilku Paman Al saja,tapi ngomong-ngomong kenapa kau bisa keluar dari pemandian pria?"tanyanya bingung.
"Ehm,mungkin aku salah masuk."kata Lisa sembari mengelus tengkuknya.
Al tersenyum tipis. "Untung saja tidak ada orang tadi,kalau sempat ada orang mereka pasti akan heboh dan mata mu ini pasti sudah tidak suci lagi."katanya.
Lisa hanya membalasnya dengan senyuman,pria paruh baya yang ada di sampingnya ini tidak tau kalau mata nya memang sudah tidak suci lagi,ia melihat jelas milik pria berambut keriting seperti mie itu tanpa sengaja dan untungnya hanya sebentar saja karena ia langsung menutup kedua matanya dan pria itu pun langsung memakai handuk nya.
"Ah,sialan."
"Kau mengatakan sesuatu?"tanya Al menatap Lisa.
Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Tidak ada,Paman."
"Hey,kau!"
Lisa dan Al menoleh bersamaan menatap pria yang baru saja keluar dari tempat Lisa tadi namun kali ini sudah berpakaian lengkap dan langsung menghampiri gadis yang sudah mengintipnya.
"Wanita mesum! Aku akan memberimu pelajaran."kata Pria itu.
Seketika Al langsung menghalangi pria itu dan mendelik tajam. "Ayah tidak pernah mengajarimu mengancam seorang wanita,Vee!"bentaknya.
Vee berdecak kesal. "Tapi dia sudah mengintip ku dan dia juga bilang--" pria itu langsung mengatup bibirnya kemudian menghentakkan kakinya kesal,merasa malu harus mengungkit kejadian memalukan tadi dan juga ejekan Lisa mengenai miliknya.
"Kalian berdua saling mengenal?"tanya Al menatap Vee dan Lisa bergantian
Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Tidak,Paman. Aku sama sekali tidak mengenalnya dan juga tidak mau mengenalnya."kata Lisa.