Harusnya Ibu dan Anak memiliki perasaan saling menyayangi dan saling menjaga satu sama lain namun berbeda dengan Lalisa Eliora dan Ibunya Jisu Castella yang selalu bertengkar setiap saat terutama saat Lisa menanyakan siapa Ayahnya.
Semua yang di lak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hello!
This Story's mine so don't plagiarism.
Happy Reading.
Lisa dan Jisu mendudukkan tubuh mereka di pinggir lapangan menatap kearah anak-anak yang tengah latihan,melihat mereka bermain membuat Lisa merasa tertarik dan mungkin akan belajar bermain nanti.
Mungkin Lisa bisa menyuruh Jeykey mengajarinya.
Jisu menoleh menatap Lisa,menyenggol lengan gadis itu. "Lisa,kau itu perempuan."katanya.
Lisa mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu?"tanyanya bingung.
"Jangan berpikir untuk bermain basket."ujar Jisu yang tak sengaja menangkap tatapan Lisa yang sepertinya tertarik pada basket.
Gadis itu memutar bola matanya jengah lalu mendengus kesal. "Memangnya kenapa kalau aku bermain basket? tidak boleh ya."tanyanya.
Jisu menganggukkan kepalanya. "Ya,tidak bo-- Eh,kau mau kemana Lisa?!" Gadis itu berteriak saat melihat Lisa berdiri dan berlari masuk ke lapangan.
Vee segera menghentikan aksi lemparannya saat melihat Lisa berjalan masuk ke lapangan, Pemuda itu berdecak kesal lalu melempar bola basket pada Jeykey dan menarik tangan Lisa keluar dari tengah-tengah lapangan.
"Kenapa kau masuk ke lapangan? bagaimana kalau kau terkena lemparan bola?"tanya Vee dengan nada kesal.
Lisa mendengus kesal lalu menepis tangan Vee. "Aku tidak akan mati hanya terkena bola itu,Vee."katanya lalu menghampiri Jeykey yang duduk di sebelah Jisu.
Pemuda itu mendongakkan kepalanya menatap Lisa bingung. "Kenapa?"tanyanya.
"Ajari aku bermain basket."jawab Lisa sembari menunjuk bola yang ada di tangan Pemuda itu.
Jeykey menaikkan sebelah alisnya. "Apa?"
Lisa merengut seketika. "Apa kau mendadak tuli? aku bilang ajari aku bermain basket,Jeykey."ucapnya penuh penekanan.
Jisu mendengus kesal. "Lisa,aku kan sudah melarangmu main basket. kau itu perempuan jadi bersikap layaknya perempuan."ceramahnya.
Gadis itu mendesah pelan. "Ah,mulai lagi."gumamnya pelan.
"Kau ingin belajar bermain basket,aku akan mengajarimu."ucap Vee tiba-tiba,mengambil bola basket yang ada di tangan Jeykey dan langsung menarik tangan Lisa ke tengah lapangan.
Lisa berkacak pinggang menatap Vee. "Aku menyuruh Jeykey mengajariku bukan kau."ucapnya.
"Sama saja,Lisa."kata Vee sembari memainkan bola nya.
Gadis itu menggeleng. "Tidak sama,kau itu mesum sedangkan Jeykey tidak.jadi lebih aman kalau dia yang mengajariku."kata Lisa.
Vee menaikkan sebelah alisnya. "Aku mesum?"ucapnya sembari menunjuk dirinya sendiri. "Kapan aku mesum?"timpalnya lagi.