🎬 Flashback - 15 🎬

1K 258 8
                                        

Hello!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hello!

This Story's mine so don't plagiarism.

Happy Reading

Kedua mata Lisa menatap lurus kearah gadis cantik yang duduk di samping Jeykey,ia sedari tadi ingin tersenyum dan melempar tubuhnya memeluk gadis itu namun sekuat tenaga ia menahannya agar tidak menghebohkan yang lainnya.

Gadis itu, Rebecca aunty kesayangannya.

Lisa tidak menyangka kalau ternyata Becca itu sedari muda sudah sangat cantik bahkan harus ia akui kalau Becca lebih cantik dari Ibunya.

"Becca,perkenalkan dia sepupuku Lisa. Mulai hari ini dia juga temanmu."kata Jisu memperkenalkan Lisa.

Becca tersenyum simpul. "Hai,Jisu sering membicarakan perihal sepupunya dan aku tidak menyangka kalau kau terlihat mirip dengan Jisu. Kalian seperti kakak beradik kandung."ucapnya ramah.

Kakak beradik kandung?

Seandainya saja orang-orang yang ada disini tau kalau sebenarnya Lisa adalah Putri Jisu di masa depan,pasti mereka tidak akan heran.

Tapi emangnya iya ya kalau Lisa itu mirip Jisu,padahal dia sering bercermin dan jelas-jelas wajahnya berbeda sekali dengan Ibunya.

Ah,sudahlah tidak perlu di bahas.

"Aku harap kita bisa berteman baik,Becca."kata Lisa.

"Lisa,cepat habiskan susu nya." Terdengar suara teriakan Julia dari arah dapur, Lisa menghela nafas panjang kemudian mengambil segelas susu yang tadi di berikan oleh Neneknya itu.

Jisu terkekeh geli melihat wajah Lisa. "Kenapa?tidak suka susu ya?"tanyanya.

Lisa menggelengkan kepalanya. "Bukan,aku suka kok hanya saja aku sudah bosan. Kau tau dari pagi sampai sekarang yang ku minum terus menerus itu susu,Ibumu memperlakukanku seperti anak bayi."keluhnya.

"Mau aku bantu tidak?"tanya Vee tiba-tiba.

Gadis itu menoleh menatap Vee lalu dengan cepat memberikan gelas yang ada di tangannya pada Vee, menyuruh pria itu menghabiskan nya.

"Lisa,kau--"

"Ssttt,diam Jisu. Kau harus menolongku kali ini."bisik Lisa yang baru saja membekap mulut Jisu.

Jisu menganggukkan kepalanya berulang kali dan memukul pelan tangan Lisa yang membekap mulutnya,tidak taukah gadis itu kalau dia hampir kehabisan oksigen karena tangan Lisa menutup mulut dan hidungnya.

"Kau mau aku mati muda ya?!"sembur Jisu kesal.

Lantas Lisa menggelengkan kepalanya,mana mungkin dia tega membunuh ibunya sendiri lagipula kalau Ibunya mati muda,itu artinya dia tidak akan pernah terlahir ke dunia.

Jisu memutar bola matanya jengah. "Kau itu harus segera sembuh,lupa ya kalau sebentar lagi kita akan ujian. Jangan sampai kau ketinggalan pelajaran."tuturnya.

Flashback [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang