🎬 Flashback - 24 🎬

1.1K 220 14
                                        

Hello!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hello!

This Story's mine so don't plagiarism

Happy Reading.

Lisa melangkah keluar dari supermarket dengan membawa kantong plastik di tangannya,tadi saat Ramon hendak kesekolah pemuda itu menyempatkan diri mengantarnya pulang namun sayangnya gadis itu memilih pergi setelah memastikan Ramon tak lagi berada di sekitarnya dan berakhirlah Lisa disini,di supermarket untuk membeli sedikit makanan kecil karena perutnya mendadak lapar.

Ah,untungnya tadi Ramon sempat memberinya uang saku.

Kenapa Lisa merasa seperti anak Ramon saja?

Gadis itu mendudukkan tubuhnya di kursi yang tidak jauh dari supermarket,meletakkan kantong plastik yang tadi dia bawa lalu menatap lurus kedepan.

Kira-kira Ramon marah tidak ya saat tau kalau dirinya tidak pulang kerumah?

"Lalisa!"

Mendengar namanya di panggil,Lisa lantas menoleh dan membulatkan matanya terkejut menyadari siapa yang baru saja memanggilnya.

Vee?!

Spontan saja Lisa mendirikan tubuhnya,meraih kantong plastik miliknya lalu berlari menjauh dari Vee yang berjalan kearahnya.

Sialan!

Kenapa harus Vee yang menemukannya?

Melihat Lisa berlari,Vee yang tadinya berjalan santai langsung berlari cepat berusaha mengejar gadis itu.

"Lalisa,berhenti."

Lisa menoleh sesekali dan berdecak kesal menyadari Vee masih mengejarnya padahal dia sudah kelelahan,dia tidak boleh ketangkap karena gadis itu belum siap menemui siapapun terutama Vee si sumber masalah.

Greb!

"Aku bilang berhenti,Lalisa!" Vee berhasil menggapai lengan Lisa,menyentak tubuh gadis itu agar berbalik menghadapnya.

Lisa segera menepis tangan Vee. "Kenapa kau ada disini? Kau harusnya sekolah,Vee."tanyanya dengan nafas terengah-rengah.

Vee berdecak kesal. "Persetan dengan sekolah,apa kau tau kami sudah mencarimu berhari-hari Lisa?! Kau membuat kami khawatir." Pemuda itu menarik kembali tangan Lisa. "Aku khawatir,Lisa."

Deg! Deg!

Suara jantung siapa ini?

Itu suara jantung Lisa.

Gadis itu mengepalkan kedua tangannya dan kembali menepis tangan Vee. "Kau sudah melihatku kan? Pergilah,aku sedang tidak ingin menemui siapapun termasuk kau."ucapnya.

"Apa?"

"Aku bilang aku tidak ingin menemui siapapun."ulang Lisa.

Vee menghentakkan kakinya. "Kenapa mudah sekali kau mengatakannya? Paman dan Bibi berhari-hari mencarimu,mereka bahkan menutup tokonya demi mencari keberadaanmu. Mereka sangat mengkhawatirkanmu tapi kau--" pemuda itu menyentuh kedua bahu Lisa. "Pulanglah,Lisa. Mereka sangat merindukanmu,Jisu juga sangat merindukanmu. Aku--Aku juga sangat merindukanmu."lanjutnya lalu menarik Lisa kedalam pelukannya.

Flashback [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang