🎬 Flashback - 22 🎬

2K 309 28
                                        

Hello!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hello!

This Story's mine so don't plagiarism.

Happy Reading.

Becca mendorong tubuh Ramon lalu melangkah maju mendekati Jisu yang kini menundukkan kepalanya, gadis itu tau kalau temannya ini merasa tersindir dengan perkataan pedasnya tadi.

"Aku sudah memberimu dua pilihan Jisu,ungkapkan perasaan mu atau buang semua perasaanmu tapi tidak ada satupun yang kau pilih."ujar Becca dan kali ini dengan suara rendah.

Jisu menggigit bibir bawahnya mencoba menahan air mata yang sedari tadi menumpuk di kelopak matanya,ingin menangis tapi ia malu dan sebenarnya sekarang ini ia merasa malu karena semua teman-temannya mengetahui kalau dirinya memendam perasaan pada Vee.

Gadis itu mendongakkan kepalanya. "Kenapa,Becca?" Jisu mengepalkan kedua tangannya lalu mendorong keras tubuh Becca hingga mundur dan hampir saja terjatuh kalau saja Jeykey tidak menangkapnya.

"Kau sudah keterlaluan! Kenapa kau mencari masalah denganku,Becca? Kau membuat semua orang mengetahuinya."ujar Jisu berteriak lagi.

Becca berdecak kesal lalu maju menghampiri Jisu lalu tanpa aba-aba ia langsung menarik rambut panjang gadis itu tanpa memperdulikan rintihan Jisu dan teriakan dari teman-temannya.

Jeykey segera menghampiri Becca,berusaha melepaskan tangan Becca dari rambut Jisu begitupun dengan Jimmy dan Ramon namun sayangnya Becca bukanlah gadis yang lemah melainkan sangat kuat,di sekolah mereka nama Rebecca Martinez adalah siswi yang paling tidak boleh di ganggu karena gadis itu terdengar akan kebar-barannya.

"Apa yang kalian lakukan?!"

Teriakan seseorang mengejutkan mereka semua,lantas Becca melepaskan rambut Jisu kemudian memundurkan tubuhnya setelah menyadari siapa yang baru saja berteriak.

"Kenapa kalian bertengkar?"tanya Vee dengan wajah murka nya.

Becca berdecak kesal. "Tanyakan saja pada sahabatmu itu,aku pergi."ucapnya lalu melangkah pergi begitu saja.

Vee menghela nafas lalu menatap kearah Jisu sembari berkacak pinggang. "Apa yang terjadi,Jisu? Kalian tidak pernah bertengkar seperti ini."ucapnya.

"Jangan tanyakan apapun,Vee."ujar Jisu lalu mendudukkan kembali tubuhnya.

Jeykey menepuk pelan bahu Vee. "Ikut denganku."ucap pemuda itu menarik tangannya.

"Kau baik-baik saja?"tanya Ramon khawatir.

Jisu menganggukkan kepalanya sembari merapikan rambutnya. "Aku baik-baik saja,mungkin rambutku sedikit rontok."katanya sedikit bercanda.

Jimmy berdecak kesal lalu berkacak pinggang. "Aku heran kenapa mereka semua membela Lisa sih? Yang berteman lama dengan mereka itu kan kita bukan Lisa."ucapnya.

Flashback [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang