Harusnya Ibu dan Anak memiliki perasaan saling menyayangi dan saling menjaga satu sama lain namun berbeda dengan Lalisa Eliora dan Ibunya Jisu Castella yang selalu bertengkar setiap saat terutama saat Lisa menanyakan siapa Ayahnya.
Semua yang di lak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hello!
This Story's mine so don't plagiarism.
Happy Reading
Jisu merasa heran melihat Vee yang baru saja masuk ke kelas dan langsung duduk di sebelahnya, sungguh keajaiban dunia karena selama ini Vee selalu bolos apabila pelajaran matematika tengah berlangsung dan hari ini tepat jam tujuh pagi pemuda itu sudah duduk manis di sampingnya.
Merasa di pandangi sedari tadi Vee menoleh menatap Jisu lalu menopang dagu nya dan tersenyum kearah gadis itu.
"Vee,kau kerasukan hantu apa?"tanya Jisu menatap Vee ngeri.
Pemuda itu mendengus kesal. "Aku tidak kerasukan,Jisu! Memang aneh ya kalau aku masuk kelas dan duduk di sebelahmu?"ucapnya.
Jisu menganggukkan kepalanya. "Iya,aneh sekali. Seperti bukan dirimu saja."katanya.
Vee terkekeh pelan. "Ada seseorang yang menasehati ku,dia bilang aku harus belajar agar bisa membanggakan anak-anakku kelak."ucapnya.
Gadis itu menaikkan sebelah alisnya. "Apa? Siapa yang berkata seperti itu? Aku ingin berterima kasih padanya karena dia bisa menyadarkanmu."katanya.
"Seorang perempuan,dia menarik."kata Vee singkat lalu membuka ranselnya mengeluarkan buku matematika.
Jisu mengulum bibirnya kedalam mendengar perkataan Vee,ada sedikit kekecewaan di wajahnya kala ia mendengar perkataan temannya ini namun pada akhirnya ia kembali menarik sebuah senyuman diwajahnya.
"Lain kali kenalkan dia padaku ya,aku benar-benar ingin berterima kasih padanya."ujar Jisu lagi.
Vee menganggukkan kepalanya. "Baiklah,tapi kalau aku sudah berhasil mendapatkannya ya."balasnya.
Sementara itu Lisa telah sampai dirumah dengan selamat,gadis itu turun dari sepeda kemudian berlari menghampiri James yang tengah mengangkat sesuatu begitupun dengan Julia.
Kemana kakek dan neneknya akan pergi?
"Paman,Bibi kalian mau kemana?"tanya Lisa penasaran.
Julia menoleh menatap Lisa. "Kau sudah pulang,apa Jisu sudah mendaftarkan mu?"tanyanya.
Lisa menganggukkan kepalanya. "Sudah kok Bibi,aku bisa sekolah mulai besok. Kalian mau kemana? Kenapa bawa banyak barang?"tanyanya.
"Kami membuka kedai bubur di depan sana dan sekarang mau kesana."ujar James menunjuk kearah jalan yang tadi Lisa lewati.
Kedai bubur?
Ah,Lisa ingat sekarang. Ibunya pernah bilang kalau bubur buatan Neneknya ini sangat lezat dan di gemari banyak orang,ibu nya juga bilang kalau dulu kedai bubur neneknya sangat terkenal dan dari kedai itu lah Ibu nya bisa bersekolah hingga mendapat gelar sarjana.