Harusnya Ibu dan Anak memiliki perasaan saling menyayangi dan saling menjaga satu sama lain namun berbeda dengan Lalisa Eliora dan Ibunya Jisu Castella yang selalu bertengkar setiap saat terutama saat Lisa menanyakan siapa Ayahnya.
Semua yang di lak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
This Story's mine so don't plagiarism.
Happy Reading.
Udara dingin menyentuh permukaan wajah Jisu yang tengah mengendarai sepedanya, gadis itu menghentikan laju sepedanya dan memutuskan untuk berjalan sembari menyeret sepedanya karena angin malam semakin dingin membuat nya tidak tahan lagipula jarak rumahnya tak jauh lagi.
Mungkin sebentar lagi salju akan turun mengingat ini bulan Desember.
"Jisu."
Mendengar ada yang memanggil namanya,Jisu menghentikan langkah kakinya kemudian berbalik dan menemukan sosok Jin berdiri tidak jauh dari nya.
Gadis itu mengerutkan keningnya. "Jin?"
Jin melangkah mendekati Jisu. "Sedang apa kau disini,Jisu? Ini sudah malam dan kau masih ada di luar sendirian."tanyanya.
"Ehm,aku ada sedikit urusan tadi. Kakak sendiri kenapa masih berkeliaran di luar?"tanya Jisu.
Pemuda itu terkekeh pelan. "Aku baru pulang les dan melihatmu disini sendirian,ku kira aku salah lihat tapi ternyata tidak."jawab Jin.
"Les? Ah,aku paling benci les."ucap Jisu dengan nada tidak suka.
Jin tersenyum tipis. "Kau pikir aku menyukainya? Kalau saja bukan paksaan dari Ayahku,aku juga tidak mau les. Sekolah berjam-jam saja hampir membuat kepalaku beserta isi nya terbakar di tambah harus les."ujar Pemuda itu sedikit bercanda membuat Jisu tertawa.
Kedua insan itu berjalan berdampingan,tadinya sih Jisu yang menyeret sepedanya tapi sekarang malah Jin yang menyeret sepeda gadis itu mengingat kalau ia adalah seorang pria.
Jalan berdua bersama Jin membuat Jisu mendadak teringat akan perkataan Vee beberapa hari yang lalu, temannya itu bilang kalau Jin menyimpan perasaan lebih terhadapnya tapi kenapa Jisu sama sekali tidak merasakan apapun.
Biasanya kan kalau seorang pria menyukai seorang gadis,pria itu pasti akan menunjukkan sikap seperti perhatian kecil atau apalah itu tapi Jin sama sekali tidak melakukan hal itu membuat Jisu ragu dengan perkataan Vee.
Masa sih Jin menyukai nya?
"Jin,setelah lulus kau akan kuliah dimana?"tanya Jisu tiba-tiba.
Jin mendesah pelan. "Ayahku ingin aku lanjut kuliah di luar negeri tapi aku menolaknya dan bilang ingin kuliah di kota saja."ucapnya.
Jisu menganggukkan kepalanya. "Aku juga ingin kuliah di kota setelah lulus, kira-kira kita di kampus yang sama atau tidak ya?"tanya gadis itu.
"Entahlah,kalau takdir mengizinkan pasti kita akan bertemu lagi."ujar Jin.
Pemuda itu menghentikan langkahnya saat keduanya sudah tiba di depan rumah Jisu kemudian memarkirkan sepeda gadis itu di garasi khusus sepeda kemudian berbalik menatap Jisu.