Selamat Membaca!!
-
-
-
Jangan lupa Vote dulu sebelum membaca ya! Supaya kalian juga nyaman bacanya
Disana jam berapa?
Darimana tau cerita ini?
Share cerita ini ke temen-temen kamu juga!
Yang baca cerita ini dari kota mana nih? komen dong.
__________
"KANAN-KANAN! KIRI-KIRI! MASUKKIN WOY. YAAAA MASUKKK!!"
"GOLLL!!"
Adin jengah melihat kedua temannya yang sedang bermain Play Station. Ya, cowok itu sedang berada di rumah Yoga. Untuk sementara ia akan menginap disini, dengan alasan bosan dirumah.
Dan bagaimana reaksi Yoga? Pastinya dengan senang hati ia menerima Adin disini. Orangtua nya pun memberikan izin padanya. Dan setelah tau itu, Yoga menghubungi Irvan untuk berkumpul di rumahnya dan akhirnya mereka bermain PS--ya meskipun hanya mereka berdua.
Adin duduk di kursi ruang tv. Memandang sekitarnya. Rumahnya sederhana tapi nyaman, karena disini ada kedua orangtuanya Yoga. Adin begitu iri sama teman-temannya, orang tua mereka begitu dekat dengan anaknya. Berbeda dengannya yang mempunyai rumah mewah nan besar, tetapi hanya dihuni dua orang saja.
Adin selalu ditinggalkan oleh mama dan papanya yang selalu sibuk mengurus pekerjaan mereka. Sampai-sampai anaknya sendiri dilupakan. Bahkan yang lebih menyakitkannya lagi, ketika ia tahu kalau Adin bukan anak kandung mereka.
Yoga menyikut tangan Irvan, ia melirik-lirik ke arah Adin. Mengisyaratkan bahwa 'kenapa tuh Adin?'.
Seakan mengerti, Irvan menaruh PS nya di karpet. Ia beranjak duduk di sofa di samping Adin diikuti oleh yoga di samping kanannya.
"Din, lo kenapa dah diem mulu?" Tanya Yoga mencairkan suasana.
"Main PS yok! Lawan sama gue. Gue udah menang nih dari Yoga." Irvan menaik turunkan alisnya.
Adin menggeleng, "Gak. Sok aja kalian berdua."
"Jangan gitu lah, masa kita udah kumpul-kumpul gini, lo gak ikut main. Kapan lagi coba?" Tanya Yoga.
Cowok dengan alis tebal itu hanya diam saja, seperti tak ada gairah di hidupnya. Seakan dunianya mati, terlebih lagi saat mengetahui orang yang paling dekat dengannya akan pergi seketika.
Irvan menepuk-nepuk pundak cowok itu memberikan semangat. "Lo jangan kayak gini, Din. Kayak mayat idup tau gak?" Kekehnya.
"Kalo ada apa-apa cerita aja sama kita." Lanjutnya yang di angguki yoga.
Adin menatap keduanya secara bergantian. Ia tersenyum "Thanks, ya. Udah selalu ada buat gue saat gue lagi sendiri." Ucapnya. Adin merasa beruntung masih mempunyai kedua temannya--ya meskipun mereka agak gesrek, tapi ya gapapa lah ya.
"Kayak sama siapa aja lo. Meskipun kita baru kenal, tapi lo tenang aja, kita bakalan nemenin lo." Balas Yoga.
"Yaudah. Gue tidur duluan ya."
KAMU SEDANG MEMBACA
S A L M A [SELESAI]
RomanceBagaimana perasaan kalian jika dijodohkan dengan kakak kelas? ______________ (follow account for anymore...) Masa lalu kelam selalu saja menghantui pikiran seorang Salma Putri Prawira. Bahkan saat ia sudah mulai melupakan masa lalunya, lelaki itu h...
![S A L M A [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/270919098-64-k821988.jpg)