Part 24

348 9 0
                                        

Hallo Secret Reader's!!
Terimakasih sudah setia membaca cerita SALMA
maaf yaa kalo cerita ini aga sedikit berbeda dari sebelumnya
sekoga kalian masih sukaaa 🤗 😻

Selamat Membaca!!
-
-

"Saya akan bantu masalah kamu." Ucap Wildan.

Sandi mengernyit bingung. Mengapa Pak Wildan berbicara seperti itu?

Pagi ini, Sandi diminta untuk mendatangi ruangan bosnya--Wildan. Ia duduk di kursi di hadapan Wildan.

"Maksudnya pak?" Tanya Sandi pada Wildan.

Wildan menghela napas pelan. "Kamu punya hutang ke Bank, kan?" Ucapnya membuat Sandi terdiam.

"Jangan kaget gitu San, santai saja. Saya tidak akan memberitahukan masalah ini pada siapapun." Ucap Wildan pada Sandi

"Bapak tahu ini darimana?" Tanya Sandi pada Wildan yang sedang duduk di kursinya itu.

Wildan bangun dari duduknya, lalu ia menceritakan apa yang terjadi.

"Nat, Pak Sandi mana?" Tanya Wildan pada pada Sekretarisnya yang bernama Natya.

"Pak Sandi tidak masuk hari ini, pak." Ucap Natya dengan sopan.

Wildan mengangguk. "Ya sudah. Simpan saja berkas-berkasnya di meja saya, saya ada urusan sebentar." Ucapnya memerintahkan sekernya.

"Baik pak." Natya mengangguk sopan

Wildan segera pergi dari kantornya. Ia berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobil.

"Kenapa Sandi tidak masuk hari ini?" Tanya Wildan pada dirinya sendiri. Lalu ia mengendarai mobilnya dan berjalan meninggalkan kantor

"Saya harus ke rumahnya." Ucapnya sambil terus menyetir.

Saat Wildan sudah dekat dengan rumah Sandi, ia melihat dari dalam mobilnya. Ada seseorang yang sedang mengobrol dengan Sandi, sepertinya orang itu petugas dari pos Bank.

Wildan masih memperhatikan mereka dari dalam mobilnya. Saat orang itu sudah pergi, Sandi memasuki rumahnya. Wildan ingin menghampiri Sandi, tetapi dari arah depannya ada sebuah mobil yang berhenti. Terlihat seorang perempuan yang keluar dari mobil itu sambil berbicara.

"Salma?" gumam Wildan

Mobil itu sudah pergi dari hadapan Wildan. Wildan keluar, meninggalkan mobilnya yang di pinggir jalan. Ia segera memasuki gerbang rumah Sandi. Saat di pintu rumah itu, Wildan berhenti karena mendengar obrolan sandi dengan anakny. Ia mendengarkan semua obrolan mereka.

"Itu apa Yah?"

"Ini surat dari Bank"

"Dari Bank?

"Iya Salma. Perusahaan Bank ngasih surat ini, karena Ayah belum bisa bayar hutang."

"Ayah kok gak pernah ngasih tau Salma?"

"Ayah gak mau, kamu kepikiran nantinya. Jadi ayah rahasiakan ini. Dan sekarang juga ayah lagi kerja, buat bayar sedikit-sedikit hutang ayah."

S A L M A [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang