Selamat Membaca!!
-
-
-
"Oiya, kak Laila mana? Dia gapapa kan kak?"
"Ngapain lo malah nanyain dia?" Zidan bertanya sedikit tidak suka. Kenapa juga Salma mementingkan keadaan orang lain daripada keadaannya sendiri.
"Aku khawatir sama keadaannya, tadi aja kak Laila keliatan kayak abis mabuk gitu. Terus sekarang dia ada dimana? Apa kak Zidan liat?" Tanya Salma seraya memegang pergelangan tangan Zidan, meminta jawaban atas pertanyaannya.
"Udah, lo jangan mikirin yang lain. Pikirin dulu kesehatan lo." Tukas Zidan yang tak mau menjawab yang sebenarnya.
"Tapi--" ucapan Salma terpotong kala Zidan menempelkan jari telunjuknya di bibir mungil perempuan itu.
"Diem atau gue cium!" Ancam Zidan dengan senyum yang tak bisa diartikan.
Salma membuang napasnya pelan. Ia lebih memilih diam daripada nanti dicium oleh lelaki itu, ya meskipun itu tak apa karena mereka sudah halal toh.
Zidan kembali dengan posisinya. Ia ingin meminta maaf pada Salma karena sudah telat menjemput istri kecilnya itu di sekolah. Ia memejamkan matanya, lalu menghela napasnya dengan pelan.
"Salma,"
Salma menaikkan kedua alisnya.
"Eum gue minta maaf ya, karena gara-gara gue, lo jadi kecelakaan kayak gini."
"Ini bukan salahnya kak Zidan." Salma menyentuh tangan lelaki itu. "Lagian, Salma sekarang udah gapapa kok. Kak Zidan jangan ngerasa bersalah lagi, ya."
"Tapi, Salma. Gue bener-bener jahat udah ngebiarin lo sendirian di Sekolah. Gue seharusnya---"
"Sstt, diem atau aku cium!"
Zidan melotot kaget saat istrinya ikut-ikutan mengancam dirinya. "Emangnya lo berani nyium gue, heum?"
Salma sudah salah berbicara. Ia menahan dirinya ketika tangannya dicekal oleh lelaki itu.
Suara pintu terbuka mengalihkan atensi keduanya. Zidan langsung kembali duduk dengan tenang.
"Salmaa, Ya Allah.. lo gapapa Sal?"
"Mana yang sakit? Sini-sini biar gue obatin."
"Wati, Ghea. Ucapin salam dulu baru masuk."
Mereka berdua hanya menampilkan cengirannya. lalu mengucapkan salam. Dan tentunya di jawab oleh kedua pasutri muda itu.
"Salma, lo kenapa bisa kayak gini? Siapa yang udah bikin lo kayak gini, sini biar gue timpuk orangnya." Ujar Ghea dengan gayanya yang akan meninju orang.
"Iya. Siapa sih yang udah bikin sahabat gue masuk rumah sakit. Gak akan gue kasih ampun tuh orang, huh." Timpal Wati yang sama kesalnya.
Salma menggeleng pelan, ia terkekeh mendengar ucapan-ucapan kedua temannya. Setidaknya itu bisa menghilangkan rasa sakit yang ada di tubuhnya.
Salma mencoba bangun, ia akan bersandar. Pegal jika terus berbaring seperti ini. Ia tidak biasa.
"Eh sini, biar gue bantu, Sal."
Belum sempat Wati bertindak, Zidan terlebih dulu membantu Salma untuk bersandar. Menumpukkan bantal itu di belakang Salma untuk dijadikan sandaran.
"Ish Wati, lo lupa ya. Salma udah punya suami, lo jangan ganggu mereka deh, biarin itu jadi tugasnya kak Zidan."
"Hehe iya sori." Wati hanya menyengir lebar. "Salma. Nih gue bawain makanan buat lo."
Ghea menepuk tangan Wati yang menenteng plastik hitam. "Itu semua dari gue kali. Emangnya lo bawa apaan? Cuman air mineral doang kan."
KAMU SEDANG MEMBACA
S A L M A [SELESAI]
RomansBagaimana perasaan kalian jika dijodohkan dengan kakak kelas? ______________ (follow account for anymore...) Masa lalu kelam selalu saja menghantui pikiran seorang Salma Putri Prawira. Bahkan saat ia sudah mulai melupakan masa lalunya, lelaki itu h...
![S A L M A [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/270919098-64-k821988.jpg)