Part 30

573 9 0
                                        

Selamat Membaca!!
-
-
-

Kasih VOTE nya dong!

thankyou!


_____________


"ASTAGA ZIDAN!!"

"MATA GUE MASIH SUCI KAN?!"

Salma membuka matanya, ia gelagapan karena kedatangan teman-temannya Zidan. Gusti dan Fahri.

"Lo ngapain disini?" Tanya Zidan menatap tajam ke arah Gusti.

"Harusnya gue yang nanya. Ngapain lo-lo berdua disini?" Gusti menunjuk satu-satu.

"Kalo mau ciuman jangan di tempat yang rame, tau tempat lah bos!"

Zidan menyorot tajam ke arah mereka berdua. "Fitnah aja lo berdua!"

"Gue gak ngapa-ngapain sama Salma. Apalagi yang lo tuduh tadi."

Zidan menoleh ke kanan--Salma sedang menunduk sembari tangannya yang digenggam. "Sal,"

Salma menoleh takut pada Zidan.

Tangan Zidan terulur untuk menyentuh kerudung Salma. "Maaf. Gue tadi cuma mau ngambil ini di kerudung lo."

Salma melihat itu, hanya daun kecil ternyata. Ia bernapas lega.

Salma juga mengira kalau Zidan akan berbuat macam-macam, ternyata tidak.

"Modus lo! Kalo mau ambil itu, kenapa harus deket-deketan muka nya?!" Tanya Gusti sewot.

"Ah udah-udah!" Ujar Fahri menengahi keduanya.

"Kita berdua nyariin lo dari tadi, Dan. Eh, ternyata lo ada disini. Terus berduaan lagi sama--" Fahri berdehem. Lalu ia melirik ke arah Salma. Salma hanya mengerutkan keningnya.

"Ngapain nyariin gue?"

"Ke markas gih. Lo liat sendiri, ada apaan disana." Bukan Fahri yang menjawab. Melainkan Gusti.

Kedua alis tebal Zidan menyatu, bingung dengan pikirannya. Tujuannya sekarang ialah markas. Mungkin ada apa-apa disana.

"Kak Zidan." Panggil Salma--Zidan menoleh ke arahnya.

"Aku--pulang aja ya." Salma ingin berdiri, namun tas kecil yang ia bawa ditarik oleh Zidan. Salma menoleh.

"Lo ikut sama kita ke sana." Ucap Zidan. Salma hanya diam, saat ini ia merasa takut. Ada tiga orang laki-laki disampingnya, padahal di taman ini ramai dengan orang.

Salma menggeleng pelam. "Enggak kak. Aku mau pulang aja."

Zidan berdiri, berhadapan dengan Salma. Laki-laki ini melihat ketakutan di wajah Salma. 

"Tenang aja. Kita gak bakalan macem-macem kok sama lo." Ucapnya sambil menatap Salma. Menenangkan.

Salma kemudian mengangguk kecil. Perempuan itu yakin, kalau mereka tidak akan berbuat aneh padanya, tapi hatinya mengatakan jika disana pasti akan lebih banyak lagi laki-laki.

S A L M A [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang