Selamat Membaca !!
-
-
-
"Kak Zidan kalau diliat dari dekat ganteng banget ya ternyata," ucap Wati dengan kekagumannya.
"Hooh. Udah ganteng, Ketua OSIS, anaknya yang punya sekolah ini pula. Beruntung banget pasti yang jadi ceweknya." Sambung Ghea.
Dulunya itu adalah milik kakeknya Zidan, dan sekarang Sekolah itu diwariskan pada anaknya, yaitu Papah nya Zidan.
"Hustt kalian tuh gak boleh ghibahin orang, dosa tau."
"Salma, kita gak ghibahin kok. Kan kita ngomongin dia yang baik-baik nya." Ujar Wati.
"Sama aja, Wat. Ghibah itu bukan tentang kita ngomongin orang hal buruknya aja, tapi semuanya tentang orang itu namanya ghibah."
Keduanya hanya mengangguk saja.
"Kalian tau kan Ghibah itu sama aja kita makan bangkai teman kita sendiri, kalian mau emangnya?" Lanjutnya
Keduanya bergidik ngeri, karena mendengar omongan salma.
"Ihh enggak, Sal, yakali gue makan bangkai manusia." Ucap wati, ghea pun mengangguk tanda setuju dengan perkataan wati
"Maaf ya, Sal. Kita gak bakalan Ghibahin orang lagi kok." Ucap Ghea sambil menunjukkan dua jarinya 'telunjuk dan jari tengah' pertanda peace.
"Iya iya, tapi jangan di ulangin lagi ya."
Keduanya mengangguk sambil tersenyum.
Mereka bertiga masuk ke kelas, lalu duduk di bangku masing-masing. Ghea dan wati duduk bareng, sedangkan Salma duduk dengan siswi yang bernama Silvi.
*****
"Alhamdulillah.. tuh guru keluar juga. Pusing gue! Kenapa sih harus ada mapel matematika di dunia ini. Udah tau otak gue gak bisa mencerna." Ucap Wati mendengus sebal.
"Gak boleh ngomong gitu, Wati." Kata Salma
"Dahlah kantin aja yuk, laper nih." Ajak Ghea pada keduanya.
Ketiganya keluar kelas dan berjalan menuju kantin.
Sesampainya di sana, mereka tidak melihat meja yang kosong, semuanya sudah penuh oleh siswa/i yang sudah kelaparan itu.
"Yah ramee banget gais, kita duduk dimana ini?" Tanya ghea yang terlihat tidak bersemangat.
"Yaudah kita beli makanannya aja, nanti kita makannya di kelas." Saran Salma yang mendapat anggukan dari keduanya.
Mereka berjalan menuju stand makanan, dan membeli roti serta minuman saja.
Saat ingin kembali ke kelas, langkah mereka terhenti karena panggilan dari arah belakang.
"Salma!"
Ketiganya lantas membalikkan badannya dan menengok ke belakang mencari arah dari suara tersebut, dan terlihat tiga orang laki-laki yang sedang duduk di meja kantin, apa mungkin mereka yang memanggilnya?
"Aku?" Tanya Salma pada mereka sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, sini duduk bareng kita." Ucap salah satu nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
S A L M A [SELESAI]
RomanceBagaimana perasaan kalian jika dijodohkan dengan kakak kelas? ______________ (follow account for anymore...) Masa lalu kelam selalu saja menghantui pikiran seorang Salma Putri Prawira. Bahkan saat ia sudah mulai melupakan masa lalunya, lelaki itu h...
![S A L M A [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/270919098-64-k821988.jpg)