Selamat Membaca !!
-
-
-
1 tahun sudah pembelajaran selesai, kini Salma telah naik ke kelas 11 IPA 4. Dan mereka bertiga masih satu kelas. Ya, Salma, Ghea dan juga Wati. Memang tak pernah terpisahkan ketiga sahabat itu.
Akhir-akhir ini Salma tengah mengikuti Les Matematika selesai KBM di Sekolah. Akan tetapi kedua sahabatnya itu tidak mengikuti jejak Salma, karena bagi mereka 'MATEMATIKA' adalah pelajaran yang paling membuatnya pusing tujuh keliling, apalagi saat melihat angka-angka yang harus mereka hitung.
Bahkan air hujan saja harus dihitung berapa detik jatuhnya, ah bagi mereka itu terlalu sulit, mungkin hanya Salma saja yang masih waras.
Ketika pelajaran tengah dimulai, semua orang yang ada di kelas hening tanpa ada suara. Sesekali terdengar suara gesekan sepatu yang sengaja di gesekan ke bawah meja.
Saat Guru mapel itu telah keluar kelas, semua siswa pun merasa lega melihatnya.
"Salmaa! Hari ini, lo kelihatan cantik deh! Cantik bangett malahan.."
"Hmm pasti ada maunya nih anak." Tebak Salma yang melihat gerak-gerik sahabatnya itu.
"Hehe tau aja." Cengir Wati yang duduk di belakangnya. "Gue mau nyontek PR Matematika dong! Pliss!!" Pinta Wati sambil menyatukan tangannya di depan dada.
"Baru liat angka-angkanya aja gue udah pusing duluan, Sal."
"Iya, Sal. Lo kan pinter Matematika, lo ikut juga Les Matematika lagi." Ghea muncul dari belakang, lalu duduk di seberang kursi mereka.
"Ya udah kalau gitu, kalian ikut les matematika aja, gimana? Biar kalian bisa ngerti pelajaran ini, nanti aku daftarin ya?"
"Eh nggak, nggak." Dengan cepat Wati langsung mengelak.
"Gak usah, Sal, kan udah ada lo. Kita minta ajarin sama lo aja, gue takut sama gurunya. Jadi, kita gak usah ikutan. Ya, nggak, Ghe?" Kata Wati sambil mengedipkan matanya ke arah Ghea. "Ya, jangan yaa?"
Salma hanya pasrah dengan kedua sahabatnya itu, padahal niatnya baik mau mengajak sahabatnya untuk belajar bersama. Tapi nihil, usahanya tidak berhasil.
"Ya udah deh, belajar matematikanya sama aku aja. Tapi yang bener ya jangan bercanda!"
"Iyaa bos siap, makasih ya Salma.." Lantas kedua sahabatnya itu memeluk Salma.
*****
Keadaan kantin sudah ramai dengan orang-orang yang lapar, bahkan sudah tidak ada meja kosong lagi yang terlihat.
Ghea menunjukkan satu meja dan tiga bangku yang kosong tapi itu ada dipojok dan ujung sekali. "Gimana, mau gak?"
"Ya udah deh, daripada makan sambil berdiri." Wati dan Salma mengikuti langkah Ghea sambil membawa semangkuk bakso di tangan mereka.
"Eh gais! Kalian tahu gak ada murid baru cowok di Sekolah kita?" Kata Ghea yang sudah menghabiskan satu mangkuk baksonya.
Salma mengerutkan keningnya bingung. "Gak tahu, emang kamu tau darimana, Ghe?" Tanya Salma yang juga selesai menghabiskan makanannya.
"Gue denger dari mulut orang-orang juga sih. Murid baru itu ada di kelas sebelah kita, kelas 11 IPA 3. Kata siswi-siswi di sini, cowok itu ganteng banget dan dia kayaknya jadi Most Wanted kedua deh di Sekolah kita. Wahh idaman gue banget sih ini."
"Yang bener lo?!" Seru Wati ikut menimbrung. "Ah! Gue jadi penasaran deh, pengen ketemu sama cowok itu."
Salma yang sedang bermain ponsel pun segera meletakannya di meja dan menatap tajam kedua sahabatnya.
"Heh istighfar! Kalian jangan ghibahin orang, dosa tau. Apalagi yang kalian omongin itu laki-laki, bukan mahram ih, inget!"
Keduanya lantas mengucap istighfar, karena pikirannya sudah kelewat batas, dan sudah memikirkan laki-laki yang bukan mahramnya itu.
"Astagfirullah.. maaf Sal, kita khilaf." Wati menyeringai menampilkan gigi-giginya putih.
"Ya udah, kita ke kelas yuk! Bentar lagi bel."
Dari arah kejauhan, seseorang sedang tersenyum melihat mereka bertiga, lebih tepatnya pada Salma.
*****
"Salma, pulang bareng kita, gak?" Tanya Wati yang menghampiri mobilnya di parkiran.
"Nggak, Wat. Aku mau dijemput sama Ayah."
"Beneran nih, gak mau pulang bareng, yakin?" Ghea bertanya memastikan kembali.
"Iya, Ghea. Gapapa kalian duluan aja." Ucap Salma sembari tersenyum.
"Hm, yauda deh, kita duluan ya. Dahh, Assalamu'alaikum.."
"Wa'alaikumssalam.. hati-hati yaa!" Mobil Wati berwarna biru tua itu pergi dari pandangan Salma.
Kini, perempuan itu duduk di halte sendirian sembari menunggu kedatangan Ayahnya.
Sudah satu jam lebih ia menunggu, namun tidak ada tanda-tanda kedatangan dari Ayahnya.
"Nunggu siapa?"
---- TO BE CONTINUED ----
Tahap revisi ini ada beberapa alur yang diubah sama Author Imutt. Jadi untuk kalian yang pernah baca sebelumnya, mohon maaf ya, harap maklum.
Semoga kalian masih suka sama certa SALMA 🤗
Terimakasih...
Jangan lupa vote and komen!
KAMU SEDANG MEMBACA
S A L M A [SELESAI]
RomansaBagaimana perasaan kalian jika dijodohkan dengan kakak kelas? ______________ (follow account for anymore...) Masa lalu kelam selalu saja menghantui pikiran seorang Salma Putri Prawira. Bahkan saat ia sudah mulai melupakan masa lalunya, lelaki itu h...
![S A L M A [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/270919098-64-k821988.jpg)