Part 19

358 12 0
                                        

Haii Secret Reader's!!!
Ada sedikit perubahan dalam cerita SALMA yaa
semoga kalian masih sukaa 😻🤗

Selamat Membaca !!
-
-
-


"Zidan..."


"Iya bun?" sahut Zidan

"Mau kemana?" Tanya Yunita. Melihat penampilan Zaidan yang sudah memakai jaket abu-abu Genk motornya. Terpampang jelas di jaket itu 'ZATRANS' lengkap dengan celana panjang hitamnya, membuat ketampanan cowok itu bertambah.

"Keluar, main sama temen-temen, Bun." Ucap Zidan.

Tadi Zidan melihat ponselnya, teman-temannya mengajak lelaki itu untuk berkumpul di Markas mereka.

"Nanti malem ada tamu, kamu jangan pulang terlalu malem ya." Ucap Yunita.

Zidan mengerutkan dahinya. Tamu? Siapa mereka sampe-sampe dirinya juga harus ikutan. Biasanya juga ia main ketika ada acara pertemuan kedua orangtuanya.

"Siapa bun? Biasanya juga Zidan gak pernah ikutan acaranya Bunda." Tanya Zidan

"Udah. Pokoknya nanti malem kamu harus udah pulang ya, siap-siap buat nerima tamunya Bunda sama Papah." Ucap Yunita

Zidan hanya berdehem sebagai jawaban. Ia berbalik badan lagi lalu membuka pintu. Segera pergi meninggalkan rumah untuk mendatangi teman-temannya yang sudah menunggunya di tempat biasa.

Sementara Yunita hanya melihat kepergian anaknya itu dengan menggelengkan kepalanya pelan.

"Anak bunda udah gede. Semoga kamu bisa nerima ini ya nak."

_____________

Salma sudah siap dengan pakaian muslim hitamnya, dibaluti dengan hijab yang senada, wajahnya ia poles tipis dengan bedak bayi. Salma tipe perempuan yang tidak dandan layaknya perempuan lain, ia tidak begitu pandai untuk melakukan hal seperti itu. Menurutnya wajah natural itu sudah cukup.

Ayahnya mengatakan padanya untuk bersiap-siap malam ini, karena mereka akan pergi ke acara makan malam di keluarga Bosnya Sandi--pemilik perusahaan tempat Ayah Salma bekerja.

"Salma ayo. Kita berangkat!" Teriak Sandi dari luar kamar.

"Iya Ayah, sebentar." Jawab Salma sedikit teriak, agar Ayahnya mendengar.

Ia mengambil tas kecil dan memasukkan ponselnya ke dalam tas tersebut. Salma membuka pintu kamarnya, Sandi sudah siap dengan pakaian kemeja putih dan memakai jasnya, serta celana hitam panjang.

Salma terpana melihat rumah yang ada di hadapannya kini. Rumah itu terlihat mewah baginya. Bernuansa Gold, dilengkapi pagar yang berwarna hitam.

Keduanya berjalan menghampiri pintu utama rumah tersebut, Salma berjalan di samping Sandi. Pintu terbuka menampilkan sepasang suami istri. Salma tersenyum kikuk ketika kedua orang itu menatap Salma.

"Ayo, silakan masuk!" Ajak lelaki paruh baya itu. Beliau memakai jas, sama seperti apa yang Sandi pakai.

"Iya pak, terimakasih!" Jawab Sandi.

S A L M A [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang