Selamat Membaca!!
-
-
-
Salma melangkahkan kakinya dengan malas, beberapa kali ia menghela napasnya dengan kasar. Hari ini ia begitu tidak bersemangat, Zidan masih tidak memperdulikannya. Apalagi saat ia akan pulang dari Sekolah.
"Pulang sama siapa?"
Salma hanya diam mendengar pertanyaan lelaki itu. Ia juga tidak tahu akan pulang dengan siapa. Mana mungkin kendaraan umum akan lewat di waktu sekarang, mengingat dirinya yang baru saja selesai mengikuti les matematika.
"Sama gue aja ya," Ajak Adin, mengetahui Salma yang terlihat kebingungan.
Perempuan itu pada akhirnya mengangguk membuat Adin tersenyum tipis.
Saat Salma akan membuka pintu mobil itu, ia melihat sebuah motor besar melewatinya. Zidan membonceng Laila.
Salma menatap nanar kedua orang itu, suaminya kini malah membawa perempuan lain. Dan meninggalkannya sendirian di Sekolah.
"Ayo Salma, kenapa diem aja?" Tanya Adin berada di dalam mobilnya. Salma segera membuka pintu mobil dan duduk di belakang.
"Kok bisa ya kak Zidan ngebonceng kak Laila?" Gumam Salma sembari meletakkan tasnya di atas kasur.
Salma merebahkan tubuhnya di kasur, ia sangat malas untuk melakukan hal apapun saat ini. Bahkan sekarang pun suaminya belum pulang, dirinya hanya sendirian di rumah.
Ayahnya juga tadi menelpon Salma, bahwa lelaki itu akan pulang larut malam.
Salma membuang napasnya dengan kasar. Terdengar suara pintu kamarnya terbuka, segera ia membenarkan posisinya menjadi duduk.
"Kak Zidan udah pulang?"
Zidan berjalan ke arah lemari tanpa menghiraukan ucapan Salma.
"Kak Zidan tadi abis dari mana? Aku nungguin kakak di Sekolah. Tapi Kak Zidan gak datang-datang."
Zidan tetap diam. Lelaki itu mengambil jaket bertuliskan ZATRANS lalu memakainya.
"Kak Zidan mau ke mana? Kak, jangan pergi, jangan tinggalin aku sendirian. Kak Zidan!"
"Berisik!" Bentak Zidan. Mendengar itu Salma langsung terdiam menutup mulutnya rapat-rapat.
"Maaf kak, aku cuman khawatir aja sama kak Zidan." Cicit Salma sembari menunduk.
Zidan langsung keluar dari kamar itu, lalu pergi meninggalkan Salma.
Salma langsung mengejarnya.
"Kak, kak Zidan!" Salma terus memanggil Zidan, dan cowok itu tetap berjalan menuju pintu utama.
Salma segera berjalan terlebih dulu dan menghadang Zidan dengan merentangkan kedua tangannya dihadapan cowok itu.
"Kak Zidan gak makan dulu? Nanti aku masakin ya. Tapi kakak jangan pergi." Ucap Salma memohon dengan menampilkan puppy eyes nya.
Zidan memutar bola matanya. Ia menghiraukan ucapan Salma, berjalan melewati perempuan itu dengan mudahnya.
"Kak Zidan aku mohon jangan pergi. Maafin aku, kak!" Salma terus berusaha untuk mencegahnya. Namun laki-laki itu tetap berjalan menuju motor besarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
S A L M A [SELESAI]
RomanceBagaimana perasaan kalian jika dijodohkan dengan kakak kelas? ______________ (follow account for anymore...) Masa lalu kelam selalu saja menghantui pikiran seorang Salma Putri Prawira. Bahkan saat ia sudah mulai melupakan masa lalunya, lelaki itu h...
![S A L M A [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/270919098-64-k821988.jpg)