Part 45

448 5 0
                                        

Selamat Membaca
-
-
-


Salma kembali bersekolah, bersama dengan Zidan. Padahal Zidan sudah melarang istrinya itu agar tetap di rumah dan beristirahat, tetapi Salma tidak menuruti nya.

"Di Rumah aja, ya?" Zidan terus membujuk Salma agar tidak bersekolah.

Salma menggeleng cepat, ia bersikukuh akan berangkat ke sekolah. Lagi pula ia merasa sudah tidak apa-apa.

"Nggak mau. Salma udah kangen sama temen-temen di Sekolah. Tugas juga pasti udah numpuk." sebal nya.

Zidan menghela napas, ia tersenyum kecil memaklumi sikap istrinya itu.


Hari ini kelas 12 sudah mulai bersekolah lagi, karena 3 hari lagi mereka sudah tidak bersekolah lagi di sini.

Salma sebagai wakil Ketua Osis, ia harus disibukan dengan kegiatannya akhir-akhir ini, karena akan ada acara perpisahan kelas 12.

"Zam, maaf ya Salma baru bisa bantu sekarang."

"Iya Salma gue maklumin. Btw, lo udah sembuh nih, udah sekolah lagi?" Tanya Muza.

Muza, teman sekelas Salma sekaligus Ketua OSIS di sekolah SMA Nusa Bangsa itu memang sudah mengetahui keadaan Salma selama tiga hari kemarin, tentunya ia tahu dari kedua teman Salma. Siapa lagi kalo bukan Ghea dan Wati.

"Sal!"

Ghea menghampiri Salma ketika perempuan itu sedang sibuk dengan kegiatannya bersama Muza.

"Ngantin yu! Dah lama loh kita ga makan bareng lagi. Wati udah duluan ke sana tuh." Ajak Ghea pada Salma.

Salma terlihat berpikir, ia memang sudah merasa lapar sejak tadi, hanya saja pekerjaan nya belum selesai.

"Maaf ya Ghe, aku harus nyelesaiin kerjaan aku dulu. Soalnya udah H-3 acaranya, tapi aku belum bantuin Muza." Ucap Salma.

"Ya ampun Sal, lo baru pulang dari rumah sakit. Jangan langsung kerja yang berat-berat dulu, nanti kecapean." Kata Ghea perhatian.

"Gapapa Ghe, lagian aku udah sehat kok." Salma tersenyum lebar. "Nih buktinya aku udah sekolah lagi."

"Muka lo keliatan pucet Salma.. Udah ayo makan dulu, nanti di lanjut lagi." Ghea kembali mengajak Salma.

Salma menatap Muza yang ada di samping nya. Muza yang sudah tau keadaan Salma, ia mengangguk dan memahami nya.

"Yaudah gapapa, lo makan dulu ke kantin. Soal pekerjaan, lo tenang aja nanti gue urus." Ucap Muza.

"Tapi Zam--"

"Udah shutt! Ghea ajak Salma makan gih! kasian itu mukanya pucet banget." Suruh Muza pada Ghea.

"Yaudah aku ke kantin duluan. Makasih ya, Zam." Ucap Salma sebelum kaki nya melangkah keluar.

****

Kak Zidan
Udah makan?

SalmaPutriPrawira
Ini lagi di Kantin

Kak Zidan
Maaf ga bisa nemenin, masih ada tugas yang harus di kerjain.

SalmaPutriPrawira
Iya gpp ko, udh ada Ghea sama Wati.
Kak Zidan semangattt!!

Kak Zidan
Makasih sayang..

Salma tersenyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya. Di depannya sudah ada semangkuk bakso kesukaan nya bersama teh manis. Namun sama sekali belum ia sentuh sedari tadi.

Ghea merasa bingung melihat teman satunya itu senyum-senyum tidak jelas.

"Salma! Di makan itu bakso nya keburu dingin." Sahut Ghea yang ada di depan Salma.

Sementara Wati yang ada di sebelah Ghea sudah menghabiskan makanan nya.

Salma tersenyum kecil. "Iya Ghea, nanti dulu." Salma kembali menatap ponselnya.

"Senyam senyum mulu daritadi. Sampe bakso juga belom di makan, nanti sakit lagi." Cibir Wati.

"Iya nih. Wati aja udah abis semangkuk tuh, pengen nambah lagi malahan haha." Tawa Ghea.

"Enak aja lu. Gue lagi diet nih!"

"Kangen banget sama keributan kalian, kalo udah berantem pasti ga ada yang mau ngalah." Salma terkekeh.

"Yeuh ga tau aja selama lo di rumah sakit Sal, kita berdua tuh ga ada yang namanya damai." sembur Wati.

"Lo sih yang mulai duluan, tapi akhir-akhirnya gue yang selalu ngalah." Tukas Ghea.

"Lah ko gue!? Lo kali!"

"Lo lah!"

"Udah-udah stop!"

"Diem lo!" Ucap Wati dan Ghea.

"Astagfirullah.." Salma sedikit tersentak ketika mereka berdua malah memarahinya.

"Ghea Wati, udah. Malu di liatin sama orang-orang." Lerai Salma. Ia menggeleng pelan melihat tingkah kedua temannya.

Keduanya pun diam, saling membelakangi sambil tangannya bersidekap dada.

Salma menghela napas panjang, ia pun mulai memakan makanan nya.

Dari arah pintu, Laila sedang berjalan sendirian memasuki pintu kantin.

Ghea melihat perempuan itu semakin mendekat, lalu ia memberi kode kepada Salma melalui kedipan mata.

"Kenapa sih lo!?" Tanya Wati yang kebingungan melihat gerak-gerik Ghea.

"Liat depan! ada Kak Laila." Wati mengikuti arah pandang Ghea, dan benar saja Laila sedang berjalan menghampiri mereka.

Sementara Salma yang duduk dengan posisi membelakangi arah pintu kantin, ia memutar sedikit tubuhnya untuk melihat kebenaran ucapan Ghea.

"Dia mau ngapain ke sini? Awas aja kalo mau nyari gara-gara lagi." Gertak Wati yang terlihat kesal.

"Jangan suudzon dulu.." Salma berucap.

"Haii Salma.." Sapa Laila yang sudah berada di sisi meja mereka.

Salma tersenyum ramah, menyapa balik.

"Boleh gue ikut duduk?"

Salma mengangguk, lalu menggeser tempat duduk nya agar Laila bisa duduk di samping.

•••••

Hallo bertemu lagi dengan aku!

Jangan lupa Vote and Komennya!

See you next part.

follow ig : @secretwriter.71

S A L M A [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang