Assalamu'alaikum gaiss
ini beneran ending dari cerita SALMA yaa
so, jangan lupa VOTE semuanyaa
Happy Reading!
-
-
-
Acara resepsi pernikahan Salma dan Zidan digelar meriah di rumah keduanya. Para tamu undangan terlihat hadir meramaikan acara itu.
Meskipun pernikahan mereka sudah satu tahun yang lalu, namun Zidan sengaja membuat acara resepsinya terlihat sedikit berbeda dari acara akadnya, karena ia ingin mengistimewakan istrinya lebih dari apapun.
Dan konsep resepsi pernikahan mereka juga dipilih oleh istrinya, Zidan hanya menurut, karena ia akan melakukan apapun demi istrinya merasa senang.
Acaranya diadakan di luar ruangan. Lebih tepatnya di belakang rumah mereka, nuansa hijau dari tumbuh-tumbuhan dan bunga-bunga mawar yang berpadu dengan hiasan.
Bahkan kedua mempelai pengantin itu mengenakan pakaian merah maroon, senada dengan hiasan bunga mawar.
Para sahabat dan teman terdekat terlihat menghadiri acara mereka.
Salma merasakan kembali menjadi seorang pengantin. Bedanya dulu ia masih malu-malu dengan Zidan, ya meskipun sekarang juga masih sama, tapi kini Salma sudah mengetahui sifat dan sikap lelaki itu selama mereka hidup bersama.
Perempuan itu tersenyum menatap suaminya yang tengah bercakap dengan para temannya. Ia sangat beruntung dipertemukan dengan Zidan dalam hidupnya yang sekali ini. Tak pernah menyangka di umurnya yang masih 18 tahun ini, ia sudah menjadi seorang istri dari Zidan Alamsyah.
"Sayang, kok diem aja, kenapa?"
Salma tersadarkan dari lamunannya, ia melihat Zidan yang sudah berdiri di hadapannya. "Gapapa, Kak. Aku seneng aja rasanya. Kayak mimpi bisa jadi seorang istri dari seorang lelaki yang terkenal galak di sekolahnya, ketua OSIS, bahkan ketua geng motor. Aku benar-benar gak nyangka sama takdir hidup aku yang seperti ini."
Zidan membelai pipi istrinya dengan lembut. "Bukan cuma kamu yang beruntung. Aku lebih beruntung lagi, karena bisa ditakdirkan dengan perempuan secantik kamu, bidadari surgaku, yang bisa mengubah hidup aku menjadi lebih baik."
"I really love you, Salma Putri Prawira."
Pipi Salma bersemu merah. Ia menunduk menyembunyikannya.
"Kak Zidan, Salma malu."
Zidan tertawa pelan melihatnya. "Udah yuk kita ke sana, bentar lagi mau pelemparan bunga."
Salma mengangguk kecil. Jari jemari kedua insan itu menyatu bersama, seakan tak mau terlepas. Berjalan ke arah atas panggung pelaminan. Semua orang telah menunggu waktu-waktu yang berharga ini.
"Ayo, Dan! Gue udah siap buat nangkap bunganya!" Gusti berseru dari bawah, menunggu kedua pengantin itu melemparkan bunganya.
Fahri juga tak mau kalah, ia bersama pacarnya--Laras, berdiri dengan posisi siap untuk menangkap bunga itu.
"Eh eh lo mau ngapain di sini, ini tempat gue!" Gusti tak terima karena Fahri tiba-tiba mendekatkan tubuhnya, menggeser posisi lelaki itu.
"Lo yang ngapain disini Agus? Udah jomblo juga masih aja mau ngambil bunga. Sana-sana!" Usir Fahri kepada Gusti.
"Justru itu! Gue ikutan juga karena mau nyari jodoh. Iya, gak, Ras?"
KAMU SEDANG MEMBACA
S A L M A [SELESAI]
RomansaBagaimana perasaan kalian jika dijodohkan dengan kakak kelas? ______________ (follow account for anymore...) Masa lalu kelam selalu saja menghantui pikiran seorang Salma Putri Prawira. Bahkan saat ia sudah mulai melupakan masa lalunya, lelaki itu h...
![S A L M A [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/270919098-64-k821988.jpg)