Part 40

513 7 0
                                        

Selamat membaca!
-
-
-

"Kak Zidan!" Salma mengetuk pintu kamar mandi.

"Apa?" Sahut Zidan yang masih di dalam sana.

"Kak Zidan belum ada baju nya kan?" Tanya Salma.

Zidan terdiam, ia baru teringat belum mengambil semua baju di rumahnya. Lalu ia akan memakai baju apa sekarang?

"Ayah minjemin baju buat kakak, udah di siapin juga di kasur. Kak Zidan pake ya?"

Zidan membulatkan matanya. 'What? Baju Ayah?'

"Yaudah kak, aku keluar lagi ya. Cepetan mandinya jangan lama-lama!"

"Iya." Sahutnya.

Salma segera keluar dari kamarnya, ia menunggu di ruang makan, sambil menunggu Zidan ia akan mempersiapkan makanannya untuk makan malam nanti.

Zidan bergegas menyelesaikan ritual mandinya. Ia segera memakai handuk dan melilitkan nya dipinggang. Kemudian membuka pintu kamar mandi, rambut yang basah seperti ini membuat ketampanannya semakin bertambah.

"Anjir!" Ia mengumpat. Ketika matanya menangkap sepasang baju di atas kasur sana.

"Beneran nih gue pake baju kayak gini?" Zidan memperlihatkan bajunya dengan mengangkatnya di depan wajah.

Kaos lengan pendek bergambar partai khas bapak-ngable banget. Serta celana kolor berwarna biru.

Zidan segera memakainya, dan berjalan ke arah cermin besar. Zidan mendesah pelan. Seorang ketua geng motor harus memakai baju partai ala bapak-bapak? Bagaimana kalau ketiga temannya melihatnya, pasti mereka akan menertawakan.

Salma menahan tawanya ketika Zidan berjalan ke arah ruang makan, lelaki itu terlihat sangat lucu, yang biasanya Zidan memakai pakaian serba hitam, tetapi kali ini ia harus memakai baju partai yang berwarna cerah.

Zidan memasang wajah datarnya, sudah dipastikan Salma akan menertawainya saat ini. Ia tak peduli, kakinya melangkah untuk duduk di kursi di samping istri nya.

"Kak Zidan lucu deh pake baju itu." Salma menahan senyumnya.

Zidan mendelik tajam ke arahnya, jika saja ia tadi ke rumahnya terlebih dahulu mungkin hal ini tidak akan terjadi. "Lo gak usah ngetawain gue ya."

"Eh, Zidan, kok ngomongnya kayak gitu ke istri sendiri?" Sandi datang dari arah kamarnya, ia mendudukkan dirinya di kursi paling ujung.

"Maaf, Yah.."

Salma memeletkan lidahnya ke arah Zidan tanpa sepengetahuan Ayahnya.

'Awas lo Salma, liat aja lo nanti.' Zidan tersenyum miring.

***

Salma mendudukan dirinya di sofa ruang tv, setelah makan malam tadi ia memutuskan untuk menyalakan televisi dengan menonton sinetron yang ada di salah satu siaran.

"Bosen banget..." Salma menghembuskan napasnya pelan.

"Kenapa?"

S A L M A [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang