Pertemuan
Bina berlari sambil menangis. Tanpa sadar dia menabrak seseorang yang sedang berjalan.
"Maaf." Ucap Bina pada orang yang ditabraknya, langsung beranjak pergi.
"Bina?" Panggil orang itu.
Bina berhenti, menoleh ke belakang. "Agasthya?" Bina tidak percaya Ia bertemu Agasthya disini.
Agasthya menghampiri Bina, khawatir. "Kenapa kamu menangis, Bina?"
Bina langsung memeluk Agasthya semakin deras tangisannya. Agasthya mengelus lembut kepala Bina.
#
Agasthya dan Bina duduk di tepi danau, dia menceritakan alasannya mengunjungi tempat ini.
"Jadi ini kampung halaman calon istri kamu?" Bina memastikan cerita Agasthya.
"Iya, benar. Kamu kenapa berada disini?" Tanya balik Agasthya.
"Ini kampung halaman suamiku." Jawab Bina lirih.
Agasthya terkejut, "Hah? Kamu sudah menikah? Jahat sekali tidak mengundang aku. Kamu tidak dendam padaku setelah kita putus, kan?"
Bina memutar bola matanya, Agasthya masih saja...
"Aku tahunya kamu masih di Singapura." Jawab Bina tak acuh.
"Memang benar sih, aku baru kembali satu bulan yang lalu." Ujar Agasthya.
"Tuh kan, jadi percuma aku mengundang kamu." Bela Bina tanpa bersalah.
"Jarak Singapura - Jakarta tidak sejauh itu ya, kamu bisa saja mengirimkan undangan pernikahan ke email, aku pasti akan membaca dan datang." Balas Agasthya sengit.
"Oke, maaf kalau begitu." Jawab Bina dengan mudahnya.
Agasthya menggelengkan kepalanya. Bina selalu begitu, baginya semua gampang saja.
"Bina?" Suara yang terengah-engah memanggilnya.
Bina dan Agasthya menoleh ke belakang, ternyata Sangga.
Bina berbalik dan mendesah, saat ini Ia tidak ingin melihat Sangga.
Agasthya melihat itu, Ia mengetahui jika Bina tidak nyaman.
Sedangkan Sangga menghampiri Bina. "Aku dari tadi mencari kamu kemana-mana, Ibu bilang kamu pamit jalan-jalan sebentar."
"Iya, saat aku jalan-jalan aku bertemu dengan teman aku." Jawab Bina.
"Gas, perkenalkan ini suamiku, Sangga." Bina memperkenalkan Sangga pada Agasthya.
Lalu Sangga dan Agasthya berkenalan.
"Oh iya, Gas katanya kamu akan menemui calon istri kamu? Sangga orang asli sini, kamu tanya saja pada Sangga, siapa tahu dia kenal." Ujar Bina.
Agasthya pun langsung bertanya, "Sangga, apa kamu kenal dengan Zenia? Nama lengkapnya Zenia Amritha."
Bina terkejut. Apakah Zenia calon istri Agasthya sama dengan Zenia yang diketahuinya?
Seketika Bina menoleh ke arah Sangga memperhatikan ekspresi yang ditampilkannya. Terlihat jelas, sepertinya memang benar.
Bina membuang pandangannya ke arah lain, sakit hatinya.
"Oh.. Iya, saya kenal. Dia sahabat saya." Jawab Sangga dengan nada yang aneh, Sangga adalah orang yang ramah, tapi tidak jika itu mengangkut cintanya pada Zenia. Dumel Bina dalam hati.
Agasthya melihat perubahan Bina, Ia curiga ada sesuatu. Mereka bersama cukup lama, 4 tahun. Tidak sulit untuk Agasthya mengetahui gelagat Bina.
"Ayo Bina, kita pulang. Gas, ayo sekalian. Rumah Zenia ada di sebelah rumah Ibu saya." Ajak Sangga pada Bina dan Agasthya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Our Wedding (END)
RomanceCoba dibaca saja dulu, siapa tahu suka 😁 - Bina jatuh cinta pada Sangga saat pertama kali bertemu. Bak gayung bersambut, Sangga menyetujui untuk menikah dengan Bina pada pertemuan ketiga mereka. Semua baik-baik saja di awal, namun perlahan tabir t...