Bangchan dan Seungmin datang. Sebelumnya Minho sudah menghubungi Bangchan dan bercerita tentang kejadian penculikan Jisung.
Bangchan segera menuju lokasi yang dikirim Minho. Mobilnya melaju begitu cepat. Seungmin juga memintanya agar cepat, Seungmin khawatir.
Saat mereka datang, Bibi Kang sudah menghubungi pihak kepolisian. Bangchan mengambil alih ponsel Jisung yang digunakan Bibi Kang untuk menghubungi polisi.
Jino berada dalam gendongan Bibi Kang. Anak itu menangis. Sepertinya haus.
"Cup... cup... sini sama paman Seungmin ya... jangan nangis, sayang...
Seungmin mengambil Jino dari gendongan Bibi Kang. Menimangnya dan menenangkannya. Setidaknya Seungmin mengerti cara menenangkan anak, karena dia berpengalaman dengan pasien-pasien nya.
"Tuan, Bibi menemukan sebuah suntikan di sofa itu. Bibi tidak berani ambil, takut nanti bibi dikira tersangka."
Bangchan menghampiri sofa yang dimaksud Bibi Kang. Betul, ada sebuah suntikan bekas disana.
"Itu obat bius. Jisung pasti dibius sebelum dia dibawa pergi."
Bangchan semakin geram setelah mendengar ucapan istrinya. Hyunjin benar-benar manusia brengsek.
Lima belas menit setelah itu, Minho datang dengan Jiho di gendongannya.
Jiho diturunkan. Dan anak itu segera berlari menuju Seungmin setelah Seungmin melambaikan tangan padanya.
"Jiho sama paman Seungmin dulu ya."
Jiho yang tidak mengerti apa-apa hanya mengangguk menuruti ucapan Seungmin. Walaupun dia sebenarnya bertanya-tanya, kenapa mama nya tidak ada disana.
"Polisi udah dihubungi, tadi gue udah ngobrol, mereka lagi melacak keberadaan Hyunjin lewat ponselnya."
"Terus? Udah ketemu?"
"Titik nya masih berubah-ubah. Polisi udah ikutin pergerakan Hyunjin. Lo mau kita kesana juga?"
"Ya. Ayo!"
Bangchan menyusul Minho yang terburu-buru keluar.
"Kak! Hati-hati! Bawa Jisung pulang ya!"
Dia tersenyum mendengar teriakan Seungmin.
"Jangan khawatir! Kakak akan bawa Jisung pulang!"
Mereka sampai di mobil. Bangchan yang menyetir. Tadinya Minho, tapi Bangchan bilang lebih baik dirinya karena takut mereka akan celaka jika Minho yang menyetir dengan pikiran kalutnya.
"Changbin lagi dalam perjalanan, katanya sekitar 30 menit lagi sampai. Biar dia jaga Seungmin, Felix, dan anak-anak di villa nanti."
"Hm."
Mereka melanjutkan perjalanan, Minho sibuk dengan pikirannya sendiri hingga ada sebuah panggilan video masuk di ponselnya. Dari nomor tidak dikenal.
Dia dan Bangchan saling tatap. Kemudian Bangchan memberhentikan mobil di tepi jalan.
Minho menggeser tombol hijau di ponselnya, menerima panggilan video dari nomor tak dikenal itu.
"Hai, Minho!"
"Bajingan!"
Wajah Hyunjin dengan senyum menyebalkannya terpampang disana. Minho begitu emosi, rasanya ingin sekali dia menonjok wajah itu.
"Mana Jisung?!"
"Sabar dong..."
Hyunjin mengalihkan kameranya pada seseorang yang tengah terduduk di sebuah kursi. Tangan dan kakinya terikat. Orang itu menunduk.

KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us
FanfictionIni tentang rasa kecewa Minho yang teramat besar, dan rasa bersalah Jisung yang selalu membelenggunya. Stray Kids. Lee Minho. Han Jisung. MinSung. BxB Warning ⚠️ ANGST. MPREG. Highest rank 1 #Hanjisung (07/11/2022) 3 #Minsung (08/10/2023)