Mew sudah menunggu Gulf, ia mengenakan t-shirt putih, jeans denim, dan mantel biru langit kasual, tampak tampan seperti biasanya. Ketika Gulf sudah berdiri di depan Mew, ia memperhatikan tunangannya dengan seksama.
"Apa?" Gulf bertanya dengan alis terangkat, sedangkan Mew tidak mengatakan apa-apa, hanya terus menatap, dengan kerutan di wajahnya yang sempurna.
"Kamu tau, kamu amat mempesona" Mew menarik pinggang Gulf untuk mendekat.
"Itu sangat cheesy Mew. Aku tidak pernah mengharapkan pujian itu darimu" Gulf membuat ekspresi terluka palsu, tapi akhirnya mereka pun tertawa.
Saat mereka turun, seorang kepala pelayan datang menghampiri. Pelayan menyerahkan kunci kepada Mew, mereka berbicara dalam bahasa Italia.
Mew menggandeng tangan Gulf lalu menuju mobil sport putih yang menunggu di pintu masuk.
"Kamu tidak pernah puas dengan apa pun kecuali yang terbaik ya?" Gulf menyenggol lengan Mew saat ia membukakan pintu untuk Gulf.
"Kamu tetap yang terbaik" bisiknya di telinga Gulf, membuat pipinya menjadi merona.
Mereka berkendara melalui jalan-jalan indah di Milan, Gulf sedang melihat sekeliling dengan kagum, struktur dan bangunan yang ada di Milan sungguh indah. Angin menerpa wajah mereka saat Mew dengan sengaja meningkatkan kecepatannya.
Gulf tidak tahu kemana Mew akan membawanya. Kemanapun mereka pergi itu tidak masalah, selama Gulf tetap bersama Mew.
"Gulf.." Mew memanggilnya, dan menyadarkan Gulf dari lamunan.
"Hmm" Gulf baru menyadari bahwa mobil mereka sudah terparkir di depan brand pakaian ternama.
"Aku sudah tau semuanya" netra Mew fokus menatap Gulf. Ia menutup sunroof mobil sportnya.
"Tentang?" Gulf kembali menatap manik mata pria di sampingnya.
"Semuanya" tangan Mew memegang wajah Gulf dengan lembut. "Tentang Joss yang membuang ibumu, tentang Joss yang menyiksamu dan sekarang pria tua itu menjadikanmu alat untuk mendapatkan uang dariku"
Gulf menegang mendengar pernyataan yang terucap dari mulut Mew, matanya membelak, ia enggan menatap netra Mew. Gulf sudah berusaha menyembunyikan itu semua, tapi ternyata Mew mengetahui detailnya.
"Kamu...?"
"Aku mencari tau sendiri sayang, kamu hebat menyembunyikannya" tangan Mew masih asik membelai wajah Gulf.
"S..sejujurnya....." Gulf sedang mencari kalimat yang cocok untuk untuk menjelaskan masalah ini. "Sejujurnya aku berniat menyembunyikannya."
"Mengapa?" Mew mencoba memutar dagu sang kekasih kearahnya, ia ingin Gulf menjelaskan dengan menatap matanya.
"Aku hanya takut jika kamu berpikir aku menyetujui ini karena perintah ayah."
Mew tersenyum manis menanggapi tunangannya ini. Ia sebenarnya tau jika Gulf memang memiliki perasaan padanya "jika bukan perintah Joss, lalu alasanya apa?"
"Mew, aku memang bukan Gay, bahkan saat melihatmu pertama kali, aku masih tertarik dengan perempuan. Tapi sekarang, aku sungguh mencintaimu" Gulf menghela nafas.
"Semenjak ibu pergi, aku memang sering mendapat perlakuan kurang baik dari ayah. Rasaku menjadi manusia juga perlahan berubah, aku cenderung memilih situasi aman daripada bahagia."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rich Man - MewGulf ✓
ChickLitGulf Kanawut Traipipattanapong, sosok pria manis, lugu dan imut, yang membenci pria kaya sejak ayahnya membuang ibunya, untuk menikahi wanita lain demi uang. Ia hidup dengan ibu tiri, saudara tiri dan ayahnya yang kejam, menurut Gulf hidupnya lebih...
