"Gulf, ini Maxim Jongcheveevat, sahabatku" kata ayah memperkenalkan lelaki cukup berumur di sebelahnya "ayah Mew" tambahnya.
"Sekarang aku harus pergi, aku harus berbicara dengan putraku tentang kesepakatan tadi" kata Max dan pergi meninggalkan ruang tamu.
Begitu Mr. Max pergi, ayah mengabaikanku seolah aku tidak ada disana. Di depan orang lain, dia memperlihatkan seperti dia sangat mencintaiku. Aku benar-benar tidak tau apa yang membuatnya membenciku.
Aku menghela nafas dan pergi ke kamarku, ada banyak pertanyaan yang berputar di benakku. Apa yang dilakukan ayah Mew di sini? Dan Krist? Apakah Mew dan Krist sudah berkencan? Tapi tidak ada di media dan bahkan Krist tidak memamerkannya. Aku mengganti pakaian tidurku dan tidur nyenyak malam itu.
aku bangun di pagi hari oleh dering telepon. aku mengangkat telepon dan memeriksa id penelepon sebelum menjawab. aku tidak ingin mengulangi hari ketika Tuan Jongcheveevat menelepon. Ternyata yang menelpon adalah Win.
"Win" sapaku riang. Mengapa aku begitu ceria? ya, karena aku kembali bertemu Bright hari ini.
"Seneng banget nih kayaknya. Ada apa?" Win terkekeh.
"Aku bertemu Bright tadi malam, lalu berencana untuk bertemu lagi pagi ini".
"Playboy cap badak itu, sepupumu itu?" Kata Win. Itu adalah kata-kataku ketika menceritakan tentang Bright kepadanya.
"Ya. Aku akan menemuinya di cafe dekat kantor, mau bergabung?" aku bertanya.
"Boleh Deh. Karena aku berencana untuk mengambil cuti dari kantor, makanya aku menelepon" Win berkata hampir berbisik.
"Kenapa? Apakah ada yang salah di sana?" tanyaku khawatir.
"Nggak. Nggak ada yang signifikan. Nanti aku ceritain"
"Kalau begitu, aku tunggu di sana satu jam lagi" kataku dan dia menutup telepon.
Aku bangun dari tempat tidur, mandi air hangat yang menenangkan. Mengenakan pakaian sederhana, hoodie dan celana pendek. Aku juga memakai topi, supaya terlihat misterius di depan perempuan, haha.
Aku berencana untuk izin karena ingin menemui Bright. Pasti ayah dan Mild tidak akan menyetujuinya, tapi tak apa aku akan langsung berbicara pada sekretaris ayah. aku menuruni anak tangga, menuju meja makan. Ternyata ayah, Mild dan Krist sudah sarapan terlebih dahulu, tidak mengajakku.
Aku menelepon Laci untuk memberitahunya bahwa aku tidak akan datang hari ini. Lalu aku segera memanggil taksi dan pergi ke kafe. Bright sudah duduk di sana dan terlihat sangat kesal.
"Kenapa?" Aku terkekeh dan duduk di seberangnya.
"Pertama, kamu mengajak ketemu di tempat seperti ini" katanya sambil melihat sekeliling dengan jijik "Lalu kamu terlambat dan bahkan tidak mengangkat teleponku".
"Hei, aku nggak dapet telepon darimu dan jangan tunjukkan sisi sok kaya mu ini. Kamu tahu aku benci itu" kataku sambil menunjuk jari telunjuk padanya.
"Terserah" ucapnya memutar bola mata.
Saat itu Win datang dan duduk di kursi antara aku dan Bright.
"Bright, ini Win, tamengku untuk melawan nenek lampir" kataku memuja Win dan kami bertiga tertawa.
Sarapan berlangsung baik-baik saja tetapi aku dapat dengan mudah melihat bahwa Bright dan Win sangat tidak nyaman. aku pasti akan membicarakanya nanti. Ponselku berdering, aku memeriksanya dan itu adalah Laci.
"Yes Laci" kataku segera setelah aku mengangkat panggilan itu.
"Gulf, ayahmu memanggilmu sekarang!" Dia berucap dengan tergesa-gesa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rich Man - MewGulf ✓
Literatura FemininaGulf Kanawut Traipipattanapong, sosok pria manis, lugu dan imut, yang membenci pria kaya sejak ayahnya membuang ibunya, untuk menikahi wanita lain demi uang. Ia hidup dengan ibu tiri, saudara tiri dan ayahnya yang kejam, menurut Gulf hidupnya lebih...
