Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku pergi dengannya untuk makan malam atau membuat alasan sakit atau apa?
Aku benar-benar kesal dengan diriku sendiri, selama 30 menit terakhir, aku hanya mondar-mandir di kamar dan mencoba mencari jalan keluar tetapi pikiranku buntu.
Jika ayah, Krist atau Mild tahu tentang aku akan pergi dengan Tuan Jongcheveevat, mereka akan menguburku hidup-hidup. Aku berpikir Mew tidak akan percaya jika aku membuat alasan.
Aku butuh bantuan. Aku butuh saran ahli. Hanya satu orang yang bisa membantuku sekarang. Aku mengeluarkan ponselku dari tas dan mencari nomor Win.
"DASAR SIALAN! Jangan berani-berani meneleponku lagi!" Dia berteriak ketika dia mengangkat panggilan. Suaranya begitu keras sehingga aku harus menjauhkan telepon dari telingaku.
"Tenang Metawin! Maafkan aku. Sekali lagi" Aku mencoba menyembunyikan geli dalam suaraku tetapi gagal.
"Kamu pikir itu lucu? Kakakmu yang brengsek itu... Sepertinya dia sakit jiwa" dia berteriak.
"Aku tahu. Aku minta maaf atas nama Bright. Kamu bisa memberitahuku apapun yang dia lakukan dan aku akan memastikan dia menyesali setiap perbuatanya" aku tertawa. Tidak peduli seberapa sedih atau seberapa besar masalah yang aku hadapi, Win tidak pernah gagal untuk menghiburku, secara sadar atau hanya secara kebetulan. "Tapi itu nanti, aku butuh bantuan sekarang" tambahku.
"Oke, aku memaafkanmu. Katakan apa yang ingin kamu katakan" katanya dengan nada yang jauh lebih tenang.
"Sebenarnya, aku bertemu Tuan Jongcheveevat lagi hari ini. Aku sedang menunggu bus dan dia datang ke sana, menawarkan untuk mengantarkanku sampai rumah. Aku dengan enggan setuju, tetapi kemudian ketika aku akan masuk ke rumah, dia memintaku untuk makan malam denganya..."
"Apa? Kau bilang padaku Mew Suppasit Jongcheveevat memintamu makan malam dengannya! Kencan dengannya! " teriakanya sungguh kencang.
"Ya... semacam itu mungkin"
"Aku ingin semua detail kencanmu dengan Tuan Jongcheveevat" Godanya. Pria ini gila namun dia tetap yang terbaik.
"Jangan menyebutnya berkencan Win. Dengar, tadi malam ayahku dan ayah Mew membicarakan sesuatu tentang Mew dan Krist dan beberapa kesepakatan. Kurasa... itu hanya pikiranku, mungkin aku salah tapi mungkin.. mungkin saja...aku tidak yakin soalnya....mungkin mereka berdua sedang membicarakan pernikahan Mew dan Krist" kataku akhirnya.
"Apa?! Kenapa kamu berpikir begitu?" Dia kembali berteriak.
"Aku bilang aku mungkin salah. Aku pikir karena ayah dan Krist sudah mengejar Mr. Jongcheveevat. Lalu aku tahu ayah Mew dan ayahku berteman, lalu mereka berbicara begitu misterius. Bahkan jika mereka tidak membicarakan pernikahan Mew dan Krist atau apalah, tetap saja Krist ingin menikah dengan Mew. Dia berusaha keras untuk dekat dengannya. Jika dia tahu tentang besok malam maka aku mati" Aku mengatakan itu semua dalam satu tarikan napas.
"Gulf... Kenapa kamu menyetujui ajakan Mew untuk makan malam. Padahal kamu tau ini akan menimbulkan masalah" Ucap Win dengan helaan nafas.
"Aku tidak mengatakan ya. Hanya saja 'dia tidak bertanya'" Aku mencoba menirukan gaya Mew saat mengatakanya, meskipun gagal total.
"Apa yang kamu katakan. Awalnya, kamu bilang kamu akan makan malam, lalu kamu bilang kamu tidak bilang ya, sekarang kamu bilang dia tidak bertanya, kamu sepertinya lelah Gulf"
"Sudahlah. Aku butuh bantuan Win. Katakan saja haruskah aku ikut dengannya?" Aku menghela nafas.
"Jelas. Jika kamu tidak ikut pun, dia akan tetap menjemputmu di rumah. Dan jika keluargamu menanyakan sesuatu, katakan kalian berteman, nongkrong bareng. Oh iya satu lagi, jangan berpakaian rapi, supaya keluargamu tidak curiga" kata Win dengan suara berat lalu tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rich Man - MewGulf ✓
Genç Kız EdebiyatıGulf Kanawut Traipipattanapong, sosok pria manis, lugu dan imut, yang membenci pria kaya sejak ayahnya membuang ibunya, untuk menikahi wanita lain demi uang. Ia hidup dengan ibu tiri, saudara tiri dan ayahnya yang kejam, menurut Gulf hidupnya lebih...
