Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mark wake up."
Mark tidak menggubris panggilan haechan, haechan mengulum bibir nya lalu segera berjalan kearah tirai dan membukanya membuat Mark merasa sialu karena hal itu.
"Bangun atau tidak ada jatah menyusu sama sekali."
Mark langsung terduduk sambil mengumpulkan nyawanya yang hilang sehabis tertidur lalu memegang kepalanya yang pusing.
"you make my head dizzy haechan."
"Heum Im sorry, cepat bangun kau akan menghadiri rapat setelah ini."
Mark menguap kecil lalu mengusap matanya membiasakan dengan cahaya yang masuk. "Morning kiss babe."
"No, kau belum sikat gigi."
Mark langsung menarik tangan haechan hingga haechan terduduk dipangkuannya. Mark memegang tengkuk haechan dan langsung menyambar bibir manis menggoda itu.
Mark menggeram kecil saat sesuatu dibawah sana tidak sengaja haechan memegangnya. "Mmhh hahh." Mark menggigit bibir haechan membuat bibir haechan sedikit terluka.
Perih itu yang haechan rasakan namun karena ciumannya yang terlalu nikmat Haechan mengabaikannya dan ikut menggigit bibir Mark namun tidak sampai terluka hanya bengkak.
Haechan mendorong pelan Mark agar ciumannya terlepas, nafas haechan memburu ia jatuhkan kepalanya kearah perpotongan leher Mark.
"Ciumanmu setiap hari semakin meningkat saja tuan."
Mark tertawa, lalu mengelus punggung haechan. "Salahkan saja bibirmu yang selalu menggodaku itu." Haechan memukul pelan lengan Mark.
"Itu karena kau yang mesum!."
Mark hanya tertawa lalu menangkup wajah haechan dan mengecup bibir haechan berulangkali, haechan hanya menutup matanya.
Mark menjepit hidung haechan membuat mulut haechan terbuka dan Mark langsung memasukan lidahnya dan menarik lidah haechan.
Haechan memegang pundak Mark, dan berakhir dengan mereka yang melakukan perang lidah, saling membelit dan menggigit gigit kecil.
"-mmh."
Haechan menahan tangan Mark agar berhenti mempermainkan nipplenya, yang namanya Mark tentu saja tidak mau menurut ia malah memegang tangan haechan erat agar tidak mengangganggu aktifitas tangannya.
Mark mencubit tonjolan kecil itu dari balik piyama yang haechan kenakan. "Aah stop mark." Mark menjauhkan wajahnya lalu menatap wajah haechan yang memerah entah karena kehabisan nafas atau Malu.
"you are so beautiful baby."
Haechan menatap Mark bengis. Dan segera bangkit dari pangkuan Mark. "Kau ini! Katanya hanya morning kiss lalu apa - apaan tanganmu itu." Haechan berdecak pinggang.
Mark menaikan satu alisnya. Mark bangkit dari kasur lalu mencuri satu kecupan di pipi gembil haechan lalu kabur kearah kamar mandi.
"Mark Jung!!."
Hah begitulah pagi hari di Jepang dengan haechan yang selalu menahan umpatan untuk atasannya itu, dan dengan Mark yang bertambah mesum saja.
✿✿✿
"Bianca, apa kau tidak punya urat malu sama sekali datang kesini lagi huh?."
Bianca meminum cappucino nya dengan santai lalu menatap Eric yang didepannya dengan sombong.
"Malu? Untuk apa aku malu untuk menemui calon suamiku hm."
Eric menganga lalu menahan untuk tidak tertawa. "are you dreaming?." Bianca tertawa dan menurut Eric itu sangat menyebalkan.
"Dream? Tentu saja tidak aku benar - benar akan menikah dengan Mark Jung."
"Wanita gila, aku sungguh menyesal melakukan permainan bodoh itu dengan Mark dulu, hah aku sungguh kasian dengan Mark yang risih melihatmu."
Bianca mendecih. "Kalian berdua lah yang bodoh, aku justru berterimakasih kepadamu karena mempertemukan ku dengan Mark." Eric menggebrak meja membuat para pengunjung kafe memerhatikan mereka berdua.
"Menjauh lah dari Mark Bianca, kau belum mengetahui sisi gelap dari Mark Jung jadi berhentilah sebelum kau menyesal seumur hidupmu."
Eric langsung meninggalkan Bianca disana. Bianca mendecih pelan menatap tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar dari Eric.
"Tahan Bianca, Eric hanya menakut nakutimu saja itu semua hanya omong kosongnya."
Taeyong menatap kearah punggung jaehyun dengan sendu, "kenapa kau sangat keras kepala sekali jaehyun." Taeyong membungkam mulutnya agar suara tangisannya tidak terdengar oleh jaehyun yang sedang tidur.
Taeyong bangkit dari kasurnya lalu berjalan menuju kearah kamar mandi lalu duduk dan menyandarkan punggungnya dipintu kamar mandi.
Jaehyun terbangun karena pergerakan taeyong tadi, sekarang ia tengah duduk mengumpulkan nyawanya.
Jaehyun berjalan lunglai menuju kearah kamar mandi, lalu mengetuk ngetik pintunya. "Taeyong apa kau didalam?." Ucap jaehyun dengan suara seraknya.
Tanpa menunggu jawaban taeyong, jaehyun segera membuka pintunya dan masuk. Ah ternyata taeyong tengah berendam dengan busa yang menutupi seluruh tubuhnya.
Taeyong terkejut melihat jaehyun yang ternyata tengah melihatnya juga. "Pagi - pagi begini kau berendam? Apakah tidak dingin." Taeyong semakin terdiam saat jaehyun berjongkok disampingnya.
"Kau menangis?."
Taeyong memalingkan wajahnya. Jaehyun terkekeh kecil lalu segera melucuti pakaiannya. Mata taeyong membulat kecil saat jaehyun ikut masuk kedalam bathub nya.
"Kenapa kau ikut masuk?."
Jaehyun menaikan satu alisnya lalu tertawa kecil. "Apakah tidak boleh? Aku hanya merindukanmu." Taeyong memegang erat pinggiran bathub saat tangan nakal jaehyun menggenggam penis mungil dirinya.
"Jaehyun, jangan macam - macam."
"Aku merindukanmu sweety, jadi jangan menolak oke."
Tebecehh~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.