04

67.8K 5.6K 203
                                        

Jangan lupa votenya ya cantik
Najaemin

"Jelaskan Mark, apa yang terjadi diantara kalian berdua

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jelaskan Mark, apa yang terjadi diantara kalian berdua."

Mark duduk menyilang kan kedua kakinya dengan Santai dengan gelas yang berada ditangannya, sedangkan haechan duduk menunduk tidak mau melihat wajah ibu dari Mark.

"Ya seperti yang mama lihat."

Taeyong memijit pelipisnya, lalu menghadap kearah haechan yang masih asik menunduk itu, taeyong mengangkat dagu haechan pelan supaya menatap kearahnya.

"Apakah itu benar haechan?, Kau mempunyai hubungan khusus dengan anak mama?."

Haechan menggigit bibirnya, matanya bergerak liar asal tidak menatap kearah taeyong. "Tidak apa - apa haechan jawab saja, mama tidak akan marah."

"Se-sebenarnya, aku dan tuan tidak ada hubungan apa - apa ma."

Biar dijelaskan taeyong yang menyuruh haechan untuk memanggilnya mama dari kecil jadi terbiasa sampe sekarang.

"Really?, Tapi kenapa bisa ada janin disini hm." Haechan terkejut saat taeyong mengusap perutnya.

"Mark kau harus bertanggung jawab, entah apa yang akan mama katakan kepada ayahnya haechan mengenai hal ini, kau benar - benar membuat mama kecewa."

"Kenapa kau tidak jujur saja?, Mungkin mama akan membantu mu untuk bicara kepada papa agar berhenti mengirimi wanita - wanita atau submisive lainnya."

"will papa be that easy to believe?."

"Gak ada salahnya untuk mencoba kan Mark."

"Terus Mark harus gimana?." Taeyong menghela nafasnya.

"Tanggung jawab Mark, kalo papa mu biar mama yang urus."

"Kalo soal itu mama tenang saja, aku akan bertanggung jawab setelah pekerjaanku selesai dijepang."

"What?."

"Ya."

"Seenggaknya beri haechan pengikat Mark."

"Apa maksud mama?."

"Tunangan, biar haechan ada hak untuk merindukanmu ataupun yang lainnya." Haechan yang mendengarnya lantas memerah sampai ketelinga.

Mark menatap kearah haechan yang tengah menggembungkan pipinya itu, lalu Mark tersenyum. "I'm his mama so he has the right to miss me anytime." Taeyong ikut menoleh kearah haechan lalu tertawa kecil.

"Oho apakah menantu mama ini malu."

"Maaa." Haechan kelepasan merengek, taeyong dan Mark menahan gemas melihatnya. "Jadi untuk sekarang kamu harus berhenti untuk menjadi sekertaris Mark, haechan."

"Tapi ma, haechan gak mau." Taeyong menatap bingung kearah haechan. "Lho kenapa?." Haechan menggeleng.

"Intinya haechan enggak mau."

"Biarkan saja ma, lagian ada aku yang akan menjaganya." Taeyong mengangguk saja.

"Tapi ingat haechan, jaga cucu mama baik - baik oke?." Haechan mengangguk lucu.

"Taeyong?."

Mark, taeyong beserta haechan menoleh kearah suara tersebut. "Jaehyun, what are you doing here?." Jaehyun mengangkat satu alisnya.

"Mencarimu tentu saja." Ah taeyong ingat sekarang.

"Mau berangkat sekarang?." Jaehyun mengangguk. Taeyong mengacak acak rambut haechan sebelum berdiri. "Jaga dirimu baik baik oke." Haechan kembali mengangguk sambil tersenyum.

"Ada apa dengan sikapmu itu." Ucap jaehyun memandang datar kearah mereka berdua. "Bukan apa - apa." Taeyong segera menarik jaehyun untuk segera pergi dari sini.

Sebenarnya haechan itu sedang takut sekarang, Mark hanya memandang haechan yang kelihatan begitu gusar setelah kedatangan papanya itu.

"Calm down babe."

Haechan memandang kearah Mark dan pandangan mereka bertemu, untuk beberapa menit hanya terjadi tatap tatapan saja.

Haechan masih belum mengerti semua kejadian barusan, seluruh pertanyaan muncul dibenaknya dan itu membuatnya pusing.

"Apa yang ingin kau tanyakan." Ucap Mark yang seakan tahu apa yang ada didalam fikirannya.

"Perasaanmu, aku mau tahu perasaanmu Mark."

"what's wrong with my feelings?"

"Do you really love me or not?"

Mark tertawa mendengarnya, lalu ia mengisyaratkan haechan untuk duduk di pangkuannya, dengan terpaksa dia menurut.

"Apa yang harus aku buktikan, supaya kau percaya bahwa aku mencintaimu Jung haechan."

"Bawa aku ke Jepang."

"Untuk apa?."

Haechan mendengus kesal. "Jangan meremas bokong ku!!." Mark justru tertawa semakin kencang.

"Mau bermain?." Haechan menggeleng ribut.

"Jangan macam - macam Mark!."

"Aku tidak akan macam - Macam, hanya satu macam saja."

"YAK MARK JUNG TURUNKAN AKU."

"sstt orang hamil jangan banyak berteriak."

Mark kembali membawa mereka memasuki kamarnya, mereka tidak melakukan apapun kok tenang saja, Mark tidak gila menyetubuhi haechan lagi.

Tebecehh~

This is weird don't forget to vote after reading okay

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

This is weird don't forget to vote after reading okay

𝕄𝕪 𝕒𝕤𝕤𝕚𝕤𝕥𝕖𝕟 -𝕞𝕒𝕣𝕜𝕙𝕪𝕦𝕔𝕜✓ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang