Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Selamat menjadi anggota baru dalam keluarga Jung, sweet heart boys" haechan mencium pipi kemerahan anaknya dan menaruhnya diranjang bayi.
Dengan perlahan haechan berjalan keluar kamarnya dan menghampiri Jaemin yang masih setia berdiri dibawah tangga.
"Kalau kau lelah lebih baik kamu pulang, ini sudah larut malam dan aku bisa menjaga diriku dan anaku sendiri."
Jaemin agak ragu untuk mengangguk. Haechan menepuk pundak Jaemin. "Tidak apa - apa, pulanglah." Jaemin akhirnya mengangguk, dan membungkuk pelan sebelum dia pamit untuk pulang.
Haechan membuang nafasnya kasar, ia melirik kearah jam dinding yang sudah menunjukan pukul setengah dua malam, dan Mark masih sama sekali belum kembali.
Krieet
Baru saja kakinya menaiki dua anak tangga, pintu mansion itu terbuka lebar menampakan Mark dengan keadaan yang kacau.
"Mark?"
Haechan buru - buru menghampiri suaminya, Mark menahan tubuh haechan yang hampir limbung.
"Hati - hati, kamu baru saja selesai operasi." Manik haechan menatap dalam kearah Mark. "Kamu seharusnya masih berada dirumah sakit, kenapa kamu pulang hm."
"Mark apa yang dikatakan Eric benar?" Haechan langsung mengalihkan pembicaraannya, mata Mark menerawang jauh disaat dimana dia barusan pergi.
Haechan tahu, berita itu benar bisa ia lihat dari raut wajah Mark yang tampak berbeda. Haechan langsung memeluk Mark membuat lelaki itu meneteskan air matanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haechan bisa merasakan bahwa bajunya basah, Mark memeluk haechan erat menyembunyikan wajahnya dipundak haechan.
"I still can'tbelievewhat ijustsawwhat do yousee?"