"Tapi Menurutku, Tuhan itu Baik!"
Alecia
Keesokan Harinya....
"Cia, Nak, kamu sudah bangun?" Ucap Mamahku yang kini berada dihadapanku.
Kepalaku pusing.
Dan mataku sangat berat.
Aku melihat sekelilingku saat ini, ini bukan kamarku.
Dan, tanganku, tanganku di Infus.
"Kamu di Rumah Sakit, Ci!" Ucap Mamahku lagi.
Aku mengernyitkan dahiku, "Cia kenapa, Mah?" Tanyaku.
"Kamu pingsan, Ci!" Jawab Mamahku.
Aku meraba selang oksigen yang menempel di hidungku.
"Kamu sesak nafas kemarin, makannya Dokter pasang oksigen di hidung kamu!" Ucap Mamahku yang melihat aku meraba selang oksigen.
"Selamat pagi, Alecia!" Sapa Dokter Merlin.
Aku tersenyum menjawab sapaannya.
"Are you okay?" Ucapnya sambil mendekat kearahku.
Aku menganggukan kepalaku sebagai jawaban 'iya'
"Masih sesak?" Tanya Dokter Merlin.
"Gak terlalu, Dok" Ucapku.
"Kepalanya masih pusing?" Tanyanya lagi.
"Sedikit, Dok!"
"Cia, kamu pingsan kemarin!" Ucap Dokter Merlin padaku.
Aku terdiam.
"Biar saya periksa dulu ya!" Ucap Dokter Merlin sambil memeriksakan tubuhku.
"Detak jantung kamu sudah kembali normal, tetapi tubuh kamu masih terlihat lemas!" Ucap Dokter Merlin padaku.
"Jadi bagaimana Dokter?" Tanya Mamahku pada Dokter Merlin.
Dokter Merlin tersenyum, "Jika nanti sore keadaan pasien sudah lebih baik, pasien bisa langsung pulang hari ini!" Ucapnya.
Aku berusaha untuk membangunkan diriku, "Dok, aku ingin keluar ruangan sebentar!" Ucapku pada Dokter Merlin.
"Keadaan kamu masih lemas, Ci!" Ucap Mamahku.
Dokter Merlin tersenyum, "Boleh, tetapi di temani oleh Suster ya!" Ucap Dokter Merlin.
"Dan infusannya belum boleh untuk dilepas!"
"Kamu mau kemana sih, Ci?" Tanya Mamahku khawatir.
"Cia mau mengunjungi teman Cia, Mah. Dia ada disini!" Ucapku.
"Tidak apa-apa Bu, para perawat disini akan menemani pasien!" Ucap Dokter Merlin pada Mamahku.
Mamahku menghembuskan nafasnya kasar.
Ia terlihat sangat khawatir.
Dan bagaimanapun juga aku memang keras kepala, jadi kali ini Mamahku pasrah akan kemauanku.
"Suster tolong ambil kursi roda!" Pinta Dokter Merlin.
"Tidak apa-apa, Sus! Aku bisa berjalan!" Ucapku.
Dokter Merlin hanya tersenyum mendengar permintaanku.
Dan pada akhirnya aku keluar dari ruanganku bersama salah satu perawat yang diperintahkan Dokter Merlin untukku.

KAMU SEDANG MEMBACA
BIPOLAR DISORDER
Novela JuvenilBipolar Disorder (18+) Cerita ini merupakan karya asli yang ditulis berdasarkan kisah nyata dari seseorang yang menderita gangguan mental Bipolar Disorder dengan berbagai pengalaman yang berbeda-beda. Di dalam cerita ini terdapat aksi kekerasan ya...