3. Silent Boy Top Trending Topik

17 19 7
                                        

"Assalamualaikum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Assalamualaikum." Aira memasuki rumah dengan salam, sosok wanita paruh baya yang sedang membaca koran dengan mengenakan daster biru muda menyambut pandangannya.

Wanita itu menoleh, "Wa'alaikumsalam."

"Ara, tumben pulangnya telat?," tanya seorang wanita paruh baya yang menghentikan aktivitas membacanya tatkala menyambut anak semata wayangnya pulang dari sekolah.

"Iyah, Bu, tadi pergi ke rumah Dena sebentar," tutur Aira sambil mencium punggung tangan Ibunya.

Wanita paruh baya itu tersenyum ramah. "Yasudah, sekarang kamu bersih-bersih, ganti baju."

Dengan cepat Aira segera meninggalkan ruang depan dan menuju kamarnya di lantai dua.

Fatma Halimah adalah seorang janda semenjak ditinggal wafat oleh suaminya lima tahun yang lalu, ia memiliki seorang anak perempuan, yakni Aira, wanita itu bekerja sebagai seorang guru di sebuah SMA Negeri , pekerjaan sampingannya yakni sebagai guru privat bahasa Inggris, semenjak menjadi janda ia adalah satu-satunya tulang punggung di kelurga kecil ini, tak pernah padam raut penuh kasih sayang kepada anaknya walaupun kini ia sudah tak lagi memiliki suami.

🌼🌼🌼

Aira telah sampai di sekolah, ia dengan gesit menaiki anak tangga satu demi satu, ia tak pernah terlambat masuk kelas, kini jarak ia dengan kelasnya hanya tinggal 10 langkah saja.

"Ara!, tunggu," seseorang dari arah belakangnya memanggil dengan suara lantang tergesa-gesa.

Aira pikir itu adalah suara Dena, ia heran, bukannya tadi malam Dena chat hari ini jangan berangkat bersama, karena ia akan berangkat bersama sang pacar--Reinald, ia disuruh untuk berangkat dahulu, tapi, kenapa kini Dena mengejar dirinya, setiap hari ia selalu berangkat sekolah bersama Dena dengan berjalan kaki, kalau Ifah berangkat menggunakan kendaraan pribadi bersama Uminya, komplek rumah Ifah sangat jauh dari sekolahan, ssst tampaknya Aira salah menduga, itu bukan suara Dena, melainkan Shielda teman sekelasnya.

"Ara, liat nih," gadis itu mengeluarkan sebuah foto dari sakunya dan menyerahkannya kepada Aira.

Aira memicingkan matanya, "foto apa itu?."

"liat sendiri."

Sontak ketika Aira menerima foto itu ia langsung terbelalak, bagaimana tidak, dalam foto tersebut terlihat adegan seorang laki-laki tinggi sedang memberikan sebuah buku kepada seorang gadis di depannya dengan senyuman manis khasnya, dan gadis itulah dirinya, Aira.

"Dapet dari mana foto ini?," sentak Aira, wajahnya merah padam, ia sudah tahu apa yang terjadi.

"Nggak penting foto ini dari mana, yang jelas semua orang berfikir kalau Rezz suka kamu."

Aira tidak habis pikir, bagaimana mungkin ada gosip murahan seperti ini, mereka berdua belum tentu saling mengenal, hanya tahu nama saja, lelucon apakah ini. Dan percakapan di balkon kelas barusan berakhir tanpa ada penjelasan, kini hatinya ingin memberontak, bagaimana mungkin peristiwa kemarin yang berlangsung tidak lebih dari sepuluh menit membuat gosip seaneh itu. Mungkin saat menginjak kaki di kelas hari ini telinganya bising oleh berbagai macam jenis ledekan. Sekarang ia ingat, kemarin, saat perjalanan pulang sekolah bersama Dena, topik pembicaraan berjudul 'Si Silent Boy', Dena menjelaskan bahwa Rezza sangatlah pendiam, cuek, tidak gaul, tidak murah senyum, hanya bicara ketika ditanya, hanya berbuat ketika ia merasa perlu, memang jauh dari kata laki-laki keren, bahkan sebagian perempuan mengatakan bahwa Rezza culun, soal tampang ganteng sih, soal kecerdasan.. bisa dibilang ber-status menengah kebawah.

After FarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang