11. Lega

137 58 65
                                    

Rain membuka pintu rumahnya yang berwarna putih tulang dengan corak berwarna gold.

Kriett..

Begitu Rain membuka pintu, keadaan di dalam rumah sangat sepi, padahal Rain sudah mempersiapkan diri apabila sang mama akan memarahinya karena pulang larut.

Kak Marvel

Kak, dimana?

Rumah sepi banget

*Delivered

Rain keheranan, tidak biasanya Marvel masih berada di luar malam hari.

Rain berpikir untuk mengirimkan pesan kepada mama nya karena sudah hampir satu hari dia tidak melihat wajah sang mama.

Mama (?)

Ma, maaf kalo Rai ganggu

Tapi, mama sekarang dimana?

Baik-baik aja, kan?

*Delivered


Rain khawatir pasalnya kakak dan ibu nya sama-sama tidak membaca pesannya.

Rain berjalan menuju dapur, hendak mencari mbak Titin. Berharap menemukan jawaban keberadaan Marvel dan Dela.

"Mbak"

"Mbak"

"Mbak Titin"

Sayang sekali, tidak ada jawaban sepertinya mbak Titin juga sedang tidak di rumah.

Sudahlah, sebaiknya Rain mandi terlebih dahulu, badannya sudah lengket. Setelah mandi baru mencari jawaban lagi.

Rain berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Rain melihat dirinya di depan cermin, berantakan, itu yang Rain lihat.

Rambut yang acak-acakan, tangan yang terluka, mata yang sembab serta yang paling mencolok adalah kaos yang ia kenakan.

Dia memegang erat kaos itu, kemudian memukul kepalanya sendiri.

"Kenapa sih Jen, sikap lo tuh bikin bingung tau ga." Rain menangis, lagi.

Rain mengusap air matanya, berlari kearah pintu kamar mandi untuk membersihkan badannya.

Setelah selesai mandi Rain membuka handphone nya dan mengirim pesan kepada Raihan.

Raihan XI MIPA 3

Han

Kenapa, Rai?

Mau gue, call?

Boleh

Drrttt...

(Panggilan suara dari Raihan XI MIPA 3 📲)

Halo, Rai?

Halo

Tumben mau gue telfon?

Rumah gue kenapa sepi banget, ya?

Oh iya gue lupa bi-

KLANDESTINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang