9. Rencana

215 14 2
                                        

Pada pukul 14

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pada pukul 14.30, Aznii tiba di rumah. Dengan penuh rasa hormat, ia mencium punggung tangan sang bunda. Setelah itu, ia menyampaikan niatnya untuk beristirahat sebentar di kamar.

Sesampainya di kamar, Aznii segera meletakkan tasnya di meja belajar, mengganti seragam dengan pakaian yang lebih santai, dan kemudian merebahkan tubuhnya di kasur. Awalnya, ia berencana untuk kerja kelompok di rumah teman, namun karena salah satu temannya tidak bisa hadir, mereka pun memutuskan untuk menunda pertemuan tersebut.

Aznii, gadis itu, kini tengah berbaring di atas kasurnya sambil menggulir layar ponselnya. Tanpa sengaja, matanya menangkap tanggal yang tertera di layar, dan ia pun teringat akan sesuatu. Ternyata, satu minggu lagi adalah hari ulang tahun pernikahan Bunda dan Papah yang ke-18.

Dengan pikiran yang melayang, Aznii menatap langit-langit kamarnya dan merenung. "Apa ya, kira-kira kado yang pas untuk papah dan bunda?" pikirnya, namun ia belum menemukan ide yang tepat.

Akhirnya, Aznii segera membuka ponselnya dan mencari nomor adiknya. Ia kemudian mengirimkan pesan kepada sang adik, berharap dapat menemukan inspirasi bersama untuk memberi kejutan yang istimewa bagi kedua orang tuanya.

Aznii : Heh, cil

Pesan yang dikirimkan Aznii sudah terlihat centang dua biru, namun ia belum juga menerima balasan dari sang adik.

Aznii mulai merasa kesal karena pesan yang ia kirimkan tak kunjung dibalas. "Duh, ngeselin banget sih!" pikirnya dalam hati.

Aznii : Woy! Dika

Pesan yang baru saja ia kirim ternyata hanya dibaca oleh adiknya tanpa ada niatan untuk dibalas. "Ah, bener-bener deh! Sok sibuk banget sih," keluh Aznii sambil kembali mengirimkan pesan berulang kali kepada adiknya.

Aznii : Woy! gausah sok ngartis yee luu

Aznii : Gue kakak lo ya, bulan fans lo

Aznii : BALAS GAK CHAT GUE

Di layar ponselnya, Aznii melihat bahwa pesan yang ia kirim sudah centang dua biru, dan kini terlihat adiknya sedang mengetik balasan.

Adeq luknut🖕: Gue lagi ngegame

Adeq luknut🖕: Jangan ganggu!

"Kesel banget gue," pikir Aznii, merasa sangat jengkel dengan sikap adiknya. Tak lama kemudian, ponselnya menunjukkan bahwa adiknya sedang offline di WhatsApp.

Enemies to Lovers [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang