Setelah beberapa saat, kami akhirnya tiba di kediaman Li May.
"Terimakasih Kak Zhan, Lian."
"Sama-sama," jawab Kak Zhan
Aku keluar dari mobil dan membukakan pintu untuknya. Li May pun keluar dari mobil dan menundukkan badannya sebagai ucapan terimakasih.
Aku melambaikan tanganku ke arahnya dan segera masuk ke tempat duduk yang ditempati Li May tadi.
Aku dan Kak Zhan meninggalkan kediaman Li May dan Kak Rego.
Dalam perjalanan menuju ke rumah, rasa kantuk mulai menyerang. Tanpa terasa, tiba-tiba mataku terpejam dan kepalaku terjatuh ke arah kaca mobil. Sehingga menyebabkan suara benturan yang membuat ku terbangun.
Kak Zhan tertawa melihatku terkejut sendiri. Aku memarahinya karena ia sama sekali tidak terlihat simpatik padaku.
Perjalanan dari rumah Kak Rego menuju ke kediaman kita, membutuhkan waktu satu setengah jam. Sangat amat lama, jika menaiki kendaraan umum dapat mencapai dua jam perjalanan.
Biasanya Li May berangkat jam berapa ya? Pikirku.
Setelah banyak membahas hal yang tidak penting dengan Kak Zhan di tengah perjalanan untuk mengusir kantukku.
Tiba-tiba terdengar bunyi.
Krucuk .... Krucuk ...
Perutku mengeluarkan suara. Aku malu setengah mati dan kemudian terdiam.
"Lapar?" Tanya Kak Zhan dengan menengok ke arah ku.
"Xixixi." Aku tertawa kecil.
"Lebih baik kita makan dahulu sebelum pulang. Kamu mau makan apa?" Tawar kak Zhan padaku.
Wah, sebuah kesempatan besar. Sudah sebulan lamanya aku tidak ke restoran Hotpot karena tidak diberikan izin oleh mama untuk makan kuah mala lagi.
Mungkin ini waktu yang tepat untuk memuaskan hasratku, Mama juga tidak tahu apapun, kurasa ini akan menjadi malam yang spesial bagiku.
"Hotpot kak," jawab ku sambil memegang tangan kiri Kak Zhan yang tengah memegang kendali mobil.
"Pantas saja sedaritadi senyam-senyum, ternyata. Tapi kamu tidak boleh memilih kuah mala, ok. "
"KENAPA KAKAK SEPERTI MAMA, SIH?!" Aku menyilangkan kedua tanganku.
"Hei, mama melarang bukan tanpa sebab. Hati-hati dengan lambungmu." Nasihat Kak Zhan.
"Ah, bawel. Tapi baiklah, yang penting kita pergi ke Hotpot." Jawabku pasrah.
Kak Zhan mencari lokasi tempat restoran Hotpot di dalam navigasi. Beruntung, terdapat restoran yang masih buka tidak jauh dari tempat kami saat ini.
Kak Zhan pun mengencangkan sabuk pengamannya dan segera meluncur ke lokasi.
~~
Aku dan Kak Zhan melangkahkan kaki menuju sebuah restoran bernuansa merah, dengan beberapa lampion yang terpasang di langit-langit restoran.
Suasana China otentik, sangat terasa di dalam restoran ini.
Kebetulan, suasana restoran saat ini tidak terlalu ramai. Sangat cocok dengan kakak yang tidak terlalu menyukai keramaian.
Kami memilih untuk duduk di lantai atas dekat jendela agar dapat menikmati gemerlap cahaya perkotaan di malam hari.
Kak Zhan memanggil salah satu pelayan, kemudian memesan kuah colagen ukuran sedang.
Tak lupa juga, memesan mojito non-alkohol untuk kami berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect My Brother [END]
ActionLian seorang adik laki-laki dan Zhan adalah kakak laki-lakinya. Zhan yang menderita gangguan psikologis membuat Lian harus selalu berada di samping Zhan. Bagaimana kisah perjalanan mereka? Akhir akhir ini, kakak pulang dengan bau alkohol yang menyen...
![Protect My Brother [END]](https://img.wattpad.com/cover/290369412-64-k980387.jpg)