Chapter 3: Permission

344 223 229
                                        

"Ma, Bolehkah aku datang ke pesta milik temanku?" pintaku memelas.

"Tidak."

Mama berlalu meninggalkan meja makan.

Aku berdecak kesal. Karena kali ini merupakan undangan dari satu-satunya temanku.

Terkadang aku merasa bahwa perlakuan mama tidak adil.

Lian seringkali diperbolehkan untuk pergi keluar rumah. Namun, tidak denganku.

Aku meninggalkan piring dengan isi yang masih tersisa. Suasana hatiku sangat buruk, hingga saat ini aku ingin membanting pintu kamarku.

"Tulilutlilutlilut.."

Ponselku berdering, tertera nama Rego di atasnya.

Zhan : "Halo?"

Rego : "Apakah kamu datang? Kuharap kamu bisa datang hari ini, karena ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu."

Zhan : "Aku tidak tau, tetapi apakah tidak dapet diberitahukan lewat telepon saja?"

Rego : "Ini hal yang tidak dapat dibicarakan hanya melalui telepon."

Zhan : "Akan ku usahakan untuk berangkat."

Aku semakin penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Rego padaku, akan ku coba untuk pergi saja.

Aku takut jika kali ini akan kehilangan temanku lagi karena perlakuan mama padaku.

Klekkk

Lian membuka pintu kamarku yang tertutup. Ia menatapku dengan sumringah.

"Kak Zhan, mama telah memberikan izin kakak untuk pergi ke pesta. Tetapi harus berangkat bersamaku."

"Benarkah? Baiklah kalau begitu. Daripada tidak berangkat sama sekali. Segeralah bersiap, jangan terlalu lama." Senyuman mengembang di wajahku.

Aku sempat memikirkan kemungkinan bahwa Rego akan meninggalkanku seperti teman-temanku yang sebelumnya, karena aku tidak mendatangi pesta dan bermain bersama mereka.

Tetapi kuharap kali ini, Rego benar-benar temanku tidak peduli apa yang telah kulakukan.

Ngomong-ngomong pestanya dimulai jam berapa ya? Mungkin sebaiknya aku menghubunginya terlebih dulu. Pikirku

—————————

Zhan:
Jam berapa pestamu dimulai?

————————

Aku menatap layar ponselku, sudah 8 menit aku mengirimkan pesan. Namun, ia belum juga membalas. Sepertinya ia sibuk mempersiapkan acaranya.

Drrrttt.... Drrrttt...

—————————

Rego:
Pukul 7 malam.

Zhan:
Tolong bagikan lokasi rumahmu juga.

Rego :
Baiklah, sebentar.

Rego :
📌Lokasi Terkini
—————————

Ku lihat jam dinding digital yang berada di samping pigura fotoku, waktu telah menunjukkan pukul 06:17 PM. Tidak lama lagi pesta akan dimulai.

Ku ambil sembarang pakaian dari dalam lemari, aku memutuskan untuk memakai kaos putih polos dengan hoodie bewarna hitam sebagai outer dan celana chinos bewarna navy.

Tok.. Tok..

"Kak, aku sudah siap," ucap Lian dari luar kamar.

"Tolong keluarkan mobil dari bagasi, aku akan bersiap sebentar lagi."

"Baiklah."

Ku rapikan rambutku dengan sisir, dan menyemprot kan parfum grey di tengkuk.

Hmm, tampan juga. Aku memikirkan penampilanku saat ini dengan berkaca.

Aku keluar dari kamarku. Ku pakai sepatu sneakers putih yang terletak di sebelah pintu kamarku.

Lian telah menunggu di depan pintu mobil. Aku menghampirinya dan mengucapkan terimakasih, berkatnya aku dapat pergi ke pesta temanku.

"Kalau mau terimakasih, ini dulu." Lian menunjuk pipinya dan tersenyum.

"Hei, bukankah ciuman sudah tidak pantas dengan umurmu yang sekarang."

"Ah, sesekali saja. Kita sudah lama tidak melakukannya. Apakah kakak tidak sayang lagi kepadaku?" ucapnya dengan wajah memelas.

"Aaargh, dasar anak manja! Aku bukannya tidak sayang kepadamu, tetapi kita sudah bukan lagi anak-anak."

"Ayolah, kak."

"Baiklah kali ini saja." aku menjawab dengan malas.

Aku mendekat ke arah Lian, menatapnya dengan datar. Lian hanya tersenyum menunggu aksiku.

Bibirku mendekat ke arah pipinya.

Cup

Ciumanku mendarat di pipi Lian, wajahku memerah karena malu. Sudah terlalu besar untuk melakukan hal seperti ini. Aku takut ada yang melihatku melakukan hal seperti ini.

Semakin lama aku semakin malu atas kelakuanku sendiri, segera kubuka pintu mobil dan membantingnya ketika aku telah duduk di kursi mobil.

Aku berpegangan pada kendali mobil dan menenggelamkan wajahku. Telingaku terasa hangat, mungkin bila lampu mobil hidup akan terlihat memerah.

Mencoba tak kupikirkan lagi, karena sebentar lagi pesta akan dimulai. Aku tidak mau terlambat. Ku pakai sabuk pengaman.

Lian pun telah memasuki mobil dan duduk tepat di sampingku.

Ku hidupkan navigasi di layar Android mobilku. Dari lokasi yang telah diberikan Rego tadi, rupanya kediaman Rego terbilang jauh dari rumahku.

Ku hidupkan mesin mobilku, dan segera melaju ke jalanan yang dingin.

Nggrengggg....

~~

kiss at the outside car
Hope the party goes well

Protect My Brother [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang